Pariwisata

Ekonomi

POLITIK

HUKUM

Most Popular

Kapolri Perintahkan Jajarannya Usut Pelaku Persekusi, Djarot: dr. Fiera Lovita Bisa Pindah Kerja ke DKI Jakarta

dr. Fiera Lovita, petugas medis di RSUD Solok yang menjadi korban persekusi dan saat ini diamankan di Jakarta oleh GP Ansor dan Tim Bhineka Tunggal Ika.

Kapolri Perintahkan Jajarannya Usut Pelaku Persekusi, Djarot: dr. Fiera Lovita Bisa Pindah Kerja ke DKI Jakarta
BENTENGSUMBAR.COM - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan persekusi atau perburuan oleh sekelompok orang terhadap orang lain menjadi atensi kepolisian. Tito meminta petugas polisi tak takut mengusut setiap kasus persekusi.

"Mengenai persekusi, saya perintahkan kepada seluruh jajaran kepolisian kalau ada yang melakukan upaya itu, jangan takut. Saya akan tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar Tito usai acara buka puasa bersama di Pancoran, Jaksel, Kamis, 1 Juni 2017.

Tito mengingatkan kepada masyarakat yang merasa tersinggung oleh ucapan orang lain di media sosial, seharusnya melaporkan ke polisi. Jangan turun tangan sendiri.

"Kalau ada apa-apa silakan laporkan ke kepolisian, tidak boleh melakukan upaya sendiri. Tidak boleh bermain hakim sendiri," ujar Tito.

Salah satu kasus persekusi yang mengemuka adalah kasus di Solok, Sumatera Barat. Seorang dokter didatangi oleh massa karena dianggap menghina Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab.

"Yang di Sumatera Barat juga agar dilakukan proses hukum," ujar Tito.

Yang paling baru adalah kasus perkusi dan pemukulan remaja di Cipinang Jakarta Timur. Tito juga meminta kasus ini untuk diusut tuntas.

"Ada beberapa yang sudah kita proses hukum di antaranya di Jaktim ada anak umum 15-16 tahun yang gara-gara dia menulis kemudian ada dugaan dia dipaksa, didatangi, digeruduk. Kapolres Jaktim sudah saya perintahkan untuk lakukan penangkapan ada satu orang dan saya suruh kembangkan," ujar Tito.

dr. Fiera Lovita Bisa Pindah Kerja ke DKI Jakarta

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat menegaskan safe house milik daerahnya bisa dipakai seluruh masyarakat Indonesia mengalami intimidasi. Bahkan dia menawarkan dr.Fiera, warga Solok, Sumatera Barat, sempat mendapat intimidasi karena mengunggah status di media sosial Facebook, untuk pindah ke Jakarta demi keamanan.

"Dokter dari Sumatra Barat, Solok ya. Saya bilang kalau lebih aman di Jakarta ya sudah diterima saja kita proses kalau dirasa di sini lebih aman. Kalau misalnya dia merasa enggak aman, ya ngajukan pindah (kerja) ke DKI," kata Djarot di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 2 Juni 2017.

Mantan Wali Kota Blitar, itu menegaskan semuanya bisa dilakukan dengan tetap mengedepankan koordinasi. Baik itu dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD). "Tetep koordinasi sama BKN dong, sama Kementerian Kesehatan. It's okay, enggak ada masalah. Saya tadi bilang sama Pak Suradika (Kepala BKD), bantu aja," ungkapnya.

Sebelumnya, Dokter Fiera Lovita sempat mendapat intimidasi setelah mengunggah statusnya di media sosial facebook perihal pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab.

(og/dtc/mdk)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *