Pariwisata

Ekonomi

POLITIK

HUKUM

Most Popular

Pemko Padang Bantah MOT Pesantren Ramadan dari Kelompok Tertentu

Searah Jarum Jam: Kabag Kesra Setdako Padang Jamilus, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah dan Kasi Syariah Kemenag Padang Kiyai Hendri Yazid, S. Pdi, MM.

Pemko Padang Bantah MOT Pesantren Ramadan dari Kelompok Tertentu
BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Kota Padang membantah Master of Training (MOT) pelaksanaan Pesantren Ramadan berasal dari kelompok tertentu. Bantahan itu disampaikan Kepala Bagian Kesra Setdako Padang, Jamilus.

"Tidak benar dari kelompok tertentu. MOT justru berasal dari pengurus masjid, guru MDT/TPQ, dan panitia pelaksana pesantren Ramadan. Untuk tingkat Kota Padang, jumlah mereka 300 orang. Total dengan kecamatan, ada 1000 orang," ungkap Jamilus ketika dikonfirmasi BentengSumbar.com, Kamis, 8 Juni 2017.

Ia mengatakan, Pemko Padang hanya melaksanakan pesantren Ramadan untuk tingkat SD dan SMP. Sedangkan untuk tingkat SMA dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. 

"Pelaksanaan pesantren Ramadan selama 11 hari, dimulai pada tanggal 5 sampai 18 Juni 2017. Pelaksanaan di sekolah itu, ya di SMA, bukan SD/SMP. Dan untuk SMA tanggungjawab provinsi, bukan Kota Padang," tegasnya.

Ia pun mejelaskan kurikulum pesantren Ramadan untuk tingkat Kota Padang, yaitu aqidah, fiqh ibadah, sejarah tokoh Minangkabau, al Quran (tajwid dan hafalan al Quran), dan tsaqafah Islam. 

"Untuk pelaksanaan pesantren Ramadan, kita mengadakan buku Panduan Pesantren Ramadan 1438. Ada tiga buah buku, yaitu buku panduan, bahan ajar tingkat SD, dan bahan ajar tingkat SMP. Total anggaran untuk pengadaan buku tersebut di bawah Rp200 juta. Pengadaan dilakukan dengan penunjukkan langsung," tegasnya. 

Dikatakan Jamilus, tim perumus buku tersebut rata-rata berasal dari Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang. Mereka adalah Dr. Ulfatmi, Dr. Sudarman, MA., Wakidul Kohar, M. Ag., Rosniati, MA., Dr. Muhammad Kosim, M. Ag., Mulyadi Muslim, Lc., MA., Azizah Meria, M. Ag., Edi Oktaviadi, S. Ag., Hendri Yazid, S. Pdi., MM., Paljariati Yusra, SS., Elfans Bawalsyah SA, S. Si., dan Rio Sandra, S. Hum.

"Anggaran untuk pelaksanaan pesantren Ramadan itu sendiri totalnya Rp2,4 miliar. Masing-masing anak kita subsidi Rp20 ribu. Tujuannya untuk meringankan beban panitia yang membutuhkan dana untuk pelaksanaan pesantren Ramadan itu sekira Rp8 jutaan," cakapnya.

(by)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *