PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Resmikan Bedah Rumah di Kuranji, Wawako: Model yang Dibangun FKAN Pauh IX Layak Dicontoh

Wakil Wali Kota Padang H Emzalmi Zaini, Ketua FKAN Pauh IX Evi Yandri Rajo Budiman, Ketua Kongsi Kematian Badunsanak Datuk Fahmi Dedi, Perwakilan dari Baznas dan pemilik rumah yang dibedah foto bersama.

Resmikan Bedah Rumah di Kuranji, Wawako: Model yang Dibangun FKAN Pauh IX Layak Dicontoh
BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Wali Kota Padang H Emzalmi Zaini meresmikan bedah rumah di Kelurahan Kuranji, Kenagrian Pauh IX, Kecamatan Kuranji, Padang, Sumatera Barat, Jumat, 23 Juni 2017 sore. Ada dua rumah yang dibedah, yaitu, rumah milik Ririn, warga RT.003/RT.004 Tui, dan satu lagi rumah Hermansyah, warga RT.03/RW.08, Kelok Belimbing.  

Namun ada yang berbeda dengan bedah rumah kali ini. Kedua rumah warga kurang mampu tersebut dibangun dengan permanen, bukan direhab seperti yang sudah-sudah. Sumber pendanaan bedah rumah tersebut berasal dari Forum Komunikasi Anak Nagari (FKAN) Pauh IX, Kongsi Kematian Badunsanak, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang.

"Ini bukan bedah rumah, tapi pembangunan rumah layak huni. Ini terlaksana dengan gotong royong, termasuk dengan pengadaan materialnya. Untuk itu, saya menghimbau kepada kita semua, budaya goro selalu ditingkatkan pada masa mendatang," ujar Evi Yandri Rajo Budiman, Ketua FKAN Pauh IX. 

Menurut Evi Yandri, kalau bedah rumah tidak menyelesaikan masalah, karena yang direhabilitasi akan rusak kembali. Karena bedah rumah tersebut material akan rusak. Tapi ini adalah pembangunan rumah permanen yang bertahan puluhan tahun ke depan. 

Wakil Ketua Baznas Padang Syafriadi Autid mengatakan, pada tahun ini, Baznas melakukan bedah rumah sebanyak 200 unit rumah, hingga Juni 2017 ini sudah terealisasikan 150 unit. Hingga akhir tahun ini target bedah rumah 200 unit rumah itu tuntas. 

Wakil Walikota Padang Ir Emzalmi mengapresiasi bedah rumah yang dimotori FKAN Pauh IX tersebut. Ia mengatakan, pembangunan rumah layak huni menjadi permanen ini lebih mengedepankan mutu. 

"Hanya dengan dana Rp52 juta per unit, sudah dapat dilaksanakan. Kalau yang mengerjakan Dinas PUPr, saya kira akan memakan dana sebesar Rp170 juta lebih. Juga memakan waktu tiga bulanan," ungkap wawako. 

Untuk itu, jelas wawako, apa yang dilakukan FKAN Pauh IX ini dapat menjadi model di Kota Padang. Pasalnya, konsep kebersamaan dan pemberdayaan menjadi modal dalam pembangunan. 

"Ini bisa dijadikan model konsep bedah rumah yang sudah memenuhi syarat. Kemudian ke depan perlu dipikirkan juga tata letak dari bangunan. Sehingga ada ruang untuk bermain anak-anak dan parkir kendaraan dan sarana jalan kendaraan roda dua dan roda empat," jelasnya. 

"Pembangunan rumah layak huni menjadi rumah permanen ini, dibangun dengan kebersamaan. Maka ke depan kebersamaan antara Anak Nagari dan pemerintah perlu ditingkatkan," tukuknya. 

(by)

Iklan Alex Indra Lukman
Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *