PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Wako Mahyeldi Kritisi Uang RI yang Tak Laku di Luar Negeri, Netizen: namanya juga pencitraan....hahaha

Humas Kota Padang memposting berita dengan judul "Mata Uang Indonesia Ditolak, Walikota Padang: Kita Harus Evaluasi" di halam resmi Humas Kota Padang, Sabtu, 9 Juli 2017 sekira pukul 23.22 WIB.

Wako Mahyeldi Kritisi Uang RI yang Tak Laku di Luar Negeri, Netizen: namanya juga pencitraan....hahaha
BENTENGSUMBAR.COM - Humas Kota Padang memposting berita dengan judul "Mata Uang Indonesia Ditolak, Walikota Padang: Kita Harus Evaluasi" di halam resmi Humas Kota Padang, Sabtu, 9 Juli 2017 sekira pukul 23.22 WIB. 

Dalam berita tersebut dijelaskan mata uang Indonesia ditolak di sejumlah negara. Pecahan rupiah baru tidak diterima di negara seperti Hongkong, Singapura, dan Arab Saudi. Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo menyebut bahwa hal ini perlu dievaluasi mendalam oleh pemerintah pusat.

"Mereka (negara lain) tidak menghargai yang kita miliki, ini hal yang perlu dievaluasi," sebut Mahyeldi usai menyerahkan beasiswa LPDP di Palanta Rumah Dinas Walikota, Sabtu (8/7).

Disebutkan Mahyeldi, hal itu sebenarnya bukanlah salah dari negara yang menolak pecahan rupiah tersebut. Akan tetapi hal ini memang harus menjadi perhatian. Sudah seharusnya dilakukan evaluasi dan autokritik terhadap permasalahan ini.

"Jadi benar juga jika ada sebahagian masyarakat kita selama ini yang mengkritik dan mengevaluasi mata uang kita itu," ungkap Mahyeldi.

Netizen pun ramai-ramai mengomentari berita yang diposting di halam Humas Kota Padang tersebut. Sebagian mereka ada yang kontra, dan sebaliknya mengkritik. Sebagian lagi ada pula yang pro, mendukung pemberitaan dan pernyataan Wali Kota Padang yang juga politisi PKS tersebut. Bahkan ada netizen yang mengingatkan bahwa sumber berita yang dijadikan rujukan harus jelas.

Berikut komentar sebagian netizen di halam facebook Humas Kota Padang:

Akun Fay Verdana berkomentar, "Maaf ini yg nulis berita kyknya bnyk COPAS berita sebelah deh kata-katanya. Knapa rujukannya tidak ditulis ya? Ini linknya http://m.republika.co.id/.../oskhya-legalitas-rupiah-baru..." Lantas ditimpali akun Nofri Yanto, "humas kota kok copas."

Lantas dijawab Humas Kota Padang, " Silahkan baca paragraf lima. Trims." 

Fay Verdana kembali berkomentar, " Biar pembaca yang menilai, itu rujukan atau bukan." 

Fay Verdana melanjutkan, "Sedikit saran aja bpk/ibu penulis. Sebaiknya ditulis nama situs yang sudah memberitakannya terlebih dahulu kalau memang berniat ingin merujuk atau mengutip kata-kata dari berita tsb. Creditkan jg nama reporter atau redaksinya dengan jelas. Kasihan para wartawan atau reporter yang hujan panas, siang dan malam mencari berita untuk sebuah karya dan nafkah tp hanya bisa di copy paste tanpa nama dan diakuisisi dengan nama orang lain."

Kemudian ditimpali akun Ronal Meriko Adli, "namanya juga pencitraan....hahaha."

Akun Popo Lesmana berkomentar, "semoga peristiwa ini dapat menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi pemerintah pusat hendaknya, dan segera mencarikan solusi atas penolakan uang RUPIAH oleh beberapa negara diluar negeri..."

Namun komentar Popo Lesmana ditimpali oleh akun Betty Jhonny, "Emng kmu udh buktikan pke uang baru itu tukar k luar....jng tauny komen.." 

Akun Mahdzum Masyhuri berkomentar, "Mungkin uang yg baru belum familier.pihak luar belum tahu uang baru..dalam negeri aja baru habis lebaran ini tersebar merata....sebelum puasa/lebaran di indo aja masih belum semua orang memegang uang baru...aq aja klo ada malah aq koleksi ...heheeee...klo sekarang dah melimpah....semua orang pasti dah megang semua...."

Komentar pedas datang dari akun Yuli Anwar, "Evaluasi aja hasil kerja mu deeeech .....!!!"

Edrian Edward berkomentar, "Ini pukulan bg lembaga keuangan kita?"

Akun Tirta Tawar berkomentar, "Walikota padang terlalu jauh mengkritisi suatu kejadian yg terjadi di luar indonesia sana.biarkan itu menjdi urusan nya bank sentral,dpr mungkin kemenlu.. Ntar walikota padanng dikritik orang luar padang ngurusin pedagang k5 yg bandel aja gak bisa😱😱😱😱"

"Evaluasi seperti apa yang dimaksudkan oleh Pak Mahyeldi seperti disampaikan oleh humas kota padang? Biar kita sama-belajar konstruktif. Soalnya dalam rujukan (Republika) yang diberikan oleh saudara Fay Verdana disebutkan "diragukan". Apakah penolakan ini dikarenakan ketidak sukaan atau ketidak tahuan?" komentar akun Ari Satria Adli .

Masih banyak lagi komentar lainnya, namun tak semuanya dimuat dalam berita ini. Selengkapnya silahkan lihat langsung di halaman Humas Kota Padang. Untuk melihatnya, silahkan klik di sini.

(by)

Iklan Alex Indra Lukman
Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *