PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Ingatkan Anak Nagari Akan Perjuangan Wak Ketok, Wawako: Mari Kompak Bangun Padang

Hadir pada kesempatan itu, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Partai Demokrat, Suwirpen, Ketua Forum Komunikasi Anak Nagari (FKAN) Pauh IX, Evi Yandri Rajo Budiman, dan segenap tokoh masyarakat.

Ingatkan Anak Nagari Akan Perjuangan Wak Ketok, Wawako: Mari Kompak Bangun Padang
BENTENGSUMBAR.COM - Sebagai Wakil Walikota Padang, H. Emzalmi Zaini mengajak Anak Nagari kompak dan bersatu untuk meraih cita-cita yang telah digagas bersama, yaitu menjadikan Kota Padang sebagai kota yang maju, dan merata pembangunannya. Hal itu disampaikannya ketika menghadiri cara perayaan HUT RI ke 72 di Pasar Ambacang Kecamatan Kuranji, Sabtu, 19 Agustus 2017 malam.

"Untuk mewujudkan cita-cita itu, untuk melakukan pemerataan pembangunan, terutama di kawasan Padang Pinggir Kota atau yang kita kenal dengan Papiko, kita harus kompak dan bersatu dalam perjuangan ini. Tanpa peran serta semua elemen warga kota, kami tentu tidak ada apa-apanya," tegas wawako yang juga tokoh masyarakat Pauh si Ampek Baleh ini. 

Pada kesempatan itu, wawako membakar semangat hadirin yang hadir dengan mengingatkan mereka akan perjuangan Djamaluddin Wak Ketok, salah satu tokoh pejuang sebelum dan setelah kemerdekaan RI. Wak Ketok merupakan salah seorang tokoh yang melegenda di Kuranji, sama halnya dengan Si Patai.

"Djamaloedin, dan orang lebih mengenal dengan sebutan Wak Ketok berasal dari Kuranji Kota Padang. Ia merupakan seorang tokoh pejuang yang memiliki sepak terjang yang sangat terkenal, bahkan kemudian menjadi legenda ketika bergabung dalam batalyon Hariamau Kurandji yang dipimpin Mayor Ahmad Husein. Ia seorang yang fanatik beragama Islam dan juga simpatisan Partai Masjumi," jelasnya.

Dikatakan wawako, Wak Ketok tak hanya tokoh pejuang, tetapi juga tokoh pembangunan di daerah ini. Cerita-cerita heroik tentang Wak Ketok, tak terlepas dari persoalan pembangunan yang harus bernafaskan falsafah adat, "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah," sebagai jati diri orang Minangkabau. 

"Kita tentu menginginkan kota ini maju, tetapi kemajuan yang sesuai kearifan lokal kita sebagai bagian dari orang Minangkabau. Maju, bukan berarti kita harus tercabut dari akar budaya dan agama kita," ungkap wawako.

Ia juga menyampaikan beberapa konsep dan rencana pembangunan yang telah direncanakannya bersama Anak Nagari, namun sampai saat ini belum terlaksana dengan baik. Ia berharap, dukungan penuh Anak Nagari kepadanya dapat mewujudkan rencana tersebut.

"Dengan semangat Wak Ketok tadi, mari kita bersatu, berjuang bersama-sama meraih cita-cita yang telah kita gagas ini. Semoga Allah meridhoi perjuangan kita," harapnya.

(by)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *