PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Polisi: Kami Petakan Tokoh Penyulut Konflik Dalam Pilkada 2018

Kapolri Jenderal Tito Karnavian didampingi Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar dalam suatu kesempatan.

Polisi: Kami Petakan Tokoh Penyulut Konflik Dalam Pilkada 2018
BENTENGSUMBAR.COM - Presiden Joko Widodo mengintruksikan Polri untuk memetakan potensi konflik dan sumber provokasi yang dapat menyulut konflik saat pelaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres). 

Instruksi presiden tersebut disampaikan pada salah satu acara di Akademi Kepolisian RI, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 9 Oktober 2017. Polisi pun langsung menyikapi perintah presiden tersebut. Misalnya saja jajaran Kepolisian Daerah Papua. 

Diwartakan multimedianews.polri.go.id, Kepolisian Daerah Papua memetakan wilayah dan tokoh-tokoh yang berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Papua 2018.

Pilkada Papua 2018 rencananya diselenggarakan pada 27 Juni di tujuh kabupaten atau kota. 

Selain pemilihan gubernur, terdapat tujuh kabupaten yang akan menggelar pilkada, yakni Kabupaten Paniai, Kabupaten Puncak, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Membramo Tengah. 

"Selain wilayah, ada juga pemetaan terhadap tokoh-tokoh tertentu," kata Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar saat Apel Kasatwil 2017 di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 10 Oktober 2017.

Kapolda enggan menyebut sosok-sosok penyulut konflik yang masuk dalam pantauan polisi, namun dia mengatakan telah mengambil langkah antisipasi dengan mengedepankan komunikasi dan dialog bersama sejumlah tokoh masyarakat, adat, agama, dan partai politik. 

Irjen Pol. Boy meyakini, cara itu dapat meminimalisir mobilisasi massa dalam setiap tahapan pilkada meski pihaknya menegaskan tetap mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang memantik konflik.

"Agar tidak ada yang mengeksploitasi pengerahan massa yang bersifat anarkis," ungkapnya.

(buya)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *