PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Ada Tugas Negara, Ignasius Jonan Mangkir Panggilan KPK

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan.

Ada Tugas Negara, Ignasius Jonan Mangkir Panggilan KPK
BENTENGSUMBAR. COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mangkir dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal dia akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap proyek di Kementerian Perhubungan.

Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan kalau Jonan sudah mengonfirmasi ketidakhadirannya. Dengan begitu, agenda pemeriksaan akan dijadwalkan ulang pekan depan.

"Memang pada hari ini penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ignasius Jonan sebagai saksi, tapi yang bersangkutan menyampaikan surat tidak bisa hadir," kata Priharsa kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 14 Desember 2017.

Adapun ketidakhadiran Jonan di Gedung Merah Putih KPK, lantaran dia tengah melaksanakan tugas negara yakni menerima kunjungan dari Menteri ESDM Euthopia.

"Alasan ketidakhadirannya adalah telah teragenda sebelumnya menerima tamu Menteri Energi Ethopia, sehingga pemeriksaan yang bersangkutan akan dijadwalkan ulang," ujarnya.

Priharsa menyebut, pemanggilan Jonan terkait suap Ditjen Perhubungan Laut Tahun Anggaran 2016 - 2017 terkait status dirinya yang pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan.

"Kalau Pak Jonan kan dalam kapasitasnya sebagai mantan menteri perhubungan, jadi penyidik menganggap bahwa Pak Jonan memiliki informasi yang diperlukan untuk pendalaman di proses penyidikan," tandas Priharsa.

Kasus dugaan suap ini bermula saat tersangka Tonny ditangkap tangan oleh KPK di Mess Perwira Dirjen Perhubungan Laut, di Jakarta pada Rabu, 23 Desember 2017.

Dari situ, KPK menemukan uang sebesar lebih dari Rp 20 miliar dan saldo di ATM sekitar Rp 1,174. Uang tersebut diduga merupakan suap yang diterima Tonny dari Komisaris PT Adhi Guna Keruktama (PT AGK), Adiputra Kurniawan terkait proyek pengerjaan pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Saat ini KPK telah menetapkan Adiputra bersama Tonny sebagai tersangka suap perijinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut.

(by/kricom.id)

Iklan Alex Indra Lukman
Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *