PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Bermodal Dukungan Sesepuh Golkar, Titiek Soeharto Optimis Menang di Munaslub

Titiek Soeharto ketika menemui Presiden Jokowi di suatu kesempatan.

Bermodal Dukungan Sesepuh Golkar, Titiek Soeharto Optimis Menang di Munaslub
BENTENGSUMBAR. COM - Disamping nama Airlangga Hartarto, nama Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto juga masuk ke dalam bursa Ketua Umum Partai Golkar. 

Bermodal dukungan sesepuh Golkar Titiek optimistis menang Munaslub sedangkan Airlangga mengklaim telah mendapat restu dari mayoritas DPD satu Golkar.

Nama Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto telah terang-terangan mengajukan diri sebagai calon ketua umum, nama Airlangga terlebih dahulu mendeklarasikan diri maju munaslub.

Putri Presiden RI ke-2 Soeharto ini, mengaku siap maju dalam bursa ketua umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto yang terbelit kasus korupsi proyek e-KTP.

"Sekarang kami merasa sangat prihatin, kok Golkarnya sudah kayak gini," kata Titiek di kediaman Presiden ke-2 RI Soeharto, Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 9 Desember 2017.

Menurut Titiek, perlu langkah serius untuk mengeluarkan Partai Golkar dari masalah tersebut. Karena itu, ia memberanikan diri menjadi salah satu kandidat calon ketua umum untuk menggantikan Setya Novanto.

"Kemudian ke depan kalau kami sampai dipercaya tentunya, kita harus menggerakkan lagi roda daripada Golkar ini. Senang atau tidak senang, bahwa rakyat di bawah itu masih menginginkan Golkar kembali ke akarnya," ucap Titiek.

Titiek pun menerangkan bahwa yang dimaksud dengan akarnya adalah kembali ke Cendana, keluarga Pak Harto.

"Kembali ke akarnya berarti kembali ke Cendana, katakanlah Pak Harto," tandas Titiek. 

Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin menyambut baik niat mantan istri Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, itu meramaikan bursa calon ketua umum.

Menurut dia, majunya Titiek Soeharto akan memberikan lebih banyak pilihan kepada kader Golkar dalam memilih Ketua Umum pengganti Setya Novanto.

"Semakin banyak alternatif pilihan, tinggal pilih yang terbaik," kata Mahyudin yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR itu, Minggu, 10 Desember 2017.

Yang penting, kata Mahyudin, para calon ketua umum memenuhi kriteria mengenai PDLT, yakni prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tak tercela. Selain itu, lanjut dia, para calon juga harus memiliki jiwa kepemimpinan yang bagus, bisa menyatukan semua kelompok yang selama ini mungkin berbeda pandangan.

"Dan paling penting bisa melihat bagaimana cara memenangkan Partai Golkar," kata mantan Bupati Kutai Timur itu.

Terkait waktu dan tempat pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar, menurut Mahyudin, tergantung keputusan rapat pleno.

"Kalau melihat situasi sekarang mungkin enggak terlalu lama karena kita akan menghadapi pilkada serentak 2018, yang juga sangat mendesak," Mahyudun menandaskan.

(by/l6)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *