PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Kaesang: Pak, Saya Mau Jualan Pisang Goreng

Jokowi ketika memulai usaha meubelnya.

Kaesang: Pak, Saya Mau Jualan Pisang Goreng
BENTENGSUMBAR. COM - Presiden Jokowi menceritakan perjalanan hidupnya sebagai seorang pengusaha meubel. Usaha yang dirintisnya dengan susah payah, sehingga menjadi besar, namun tak satu pun anaknya yang mau meneruskan usaha tersebut.

Bahkan, kedua anak laki-lakinya malah memilih jalur bisnis yang lain, bukan meubel. Si sulung Gibran Rakabuming Raka malah memilih jualan martabak. Sedangkan si bungsu, Kaesang Pangarep memilih berjualan pisang goreng.  

Berikut ceritanya, sebagaimana dimuat pada halaman facebook Presiden Joko Widodo, Senin, 18 Desember 2017:

Saya sudah 27 tahun jadi pengusaha meubel. Usaha saya sampai sekarang masih berjalan. Perusahaan saya mengekspor meubel ke Eropa, Amerika, lalu sekarang banyak juga ke Korea dan Jepang. Jadi saya tahu betul seluk-beluk berusaha.

Seperti yang saya ceritakan dalam acara Entrepreneurs Wanted! di Bandung siang tadi, saya tahu betul bagaimana susahnya cari modal usaha di awal-awal, kemudian keliling-keliling mencari pembeli, mengurus perizinan yang rumit, mengisi SPT pajak, mengurus karyawan, pegawai, dan mengurusi alat-alat produksi.

Tapi, terus terang, saya sedih tiga anak saya tak satu pun yang mau meneruskan usaha saya. Kurang apa? Pabriknya ada, alat-alat produksinya ada, karyawannya ada.

Yang bikin “shock”, waktu anak sulung saya Gibran datang: “Pak, saya mau jualan martabak”. Dalam hati saya, “Waduh, jualan martabak."

Tapi kemudian apa yang terjadi? Saya terkejut, hanya dalam rentang waktu lima tahun saja "brand value" pabrik kayu yang saya bangun ternyata sudah kalah jauh dari "brand value" martabak milik Gibran. Merek usaha martabak Gibran nilainya lima kali lipat dari merek pabrik kayu saya.

Rupanya ini yang membedakan antara generasi tua dengan generasi muda saat ini. Generasi dahulu seperti saya lebih bangga jika memiliki aset besar, karyawan banyak, dan ekspor besar. Saat ini ada hal yang lebih besar nilainya yakni "brand value".

Itulah sebabnya saya tidak kaget lagi ketika tiga bulan lalu, anak bungsu saya Kaesang, juga datang dan menyampaikan: “Pak, saya mau jualan pisang goreng." Ya sudah.

(kmk)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *