PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Emnu Azamri: PKI dan Ateis Harus Hengkang dari Indonesia

Politisi Partai Gerindra, Emnu Azamri.

Emnu Azamri: PKI dan Ateis Harus Hengkang dari Indonesia
BENTENGSUMBAR. COM - Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Gerindra, Emnu Azamri menegaskan, PKI dan ateis harus hengkang dari Indonesia karena negeri ini berfalsafahkan Pancasila dan berpedoman kepada Undang-undang Dasar 1945. Pasalnya, Pancasila jelas menekankan negera ini negera berketuhanan. 

"PKI harus hengkang dari Indonesia. Orang PKI itu tidak beragama atau ateis. Mereka tidak percaya kepada Tuhan. Islam, Katolik, Kristen, Hindu, dan Budha percaya dengan Tuhan. Falsafah dan konstitusi negara ini hanya membolehkan orang yang percaya Tuhan tinggal di sini," cakapnya pada kegiatan reses dengan warga Jalan Taduah Kelurahan Jati Baru Kecamatan Padang Timur Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu, 10 Februari 2018 malam. 

Tak hanya itu, Emnu juga menyinggung kemiskinan di negeri ini. Menurutnya, Indonesia adalah negara kaya, tetapi ironisnya rakyatnya miskin, karena kekayaan negara ini dirampas oleh asing. 

"Ibu Bapak mungkin pernah mendengar istilah 'Paradoks Indonesia'. Kondisi negara ini sungguh paradoks, di satu sisi negara ini kaya, tetapi rakyatnya berada dalam kemiskinan. Sebabnya, kekayaan negara ini dirampas oleh asing. Kekayaan negeri ini tidak kita amankan dan kelola dengan baik," cakap anak buah Prabowo Subianto tersebut.

Emnu juga menyinggung kebaradaan tenaga kerja asing ilegal di negeri ini. Ia menceritakan kunjungan kerjanya ke salah satu provinsi di Pulau Kalimantan. Ia bersama rombongan disambut oleh gubernur dan jajarannya serta diajak makan siang di salah satu rumah makan.

"Saat berada di rumah makan itu, saya melihat tiga bus parkir di luar. Dari bus itu turun orang-orang yang menurut saya asing dan tak satu pun pandai berbahasa Indonesia. Saya tanya kepada pemilik rumah makan, siapa mereka. Pemilik rumah makan menjawab kalau mereka tenaga kerja asing ilegal yang bekerja di tambang ilegal," urai Emnu.

Padahal, kata Emnu, di satu sisi, di Indonesia sendiri banyak pemuda yang belum bekerja dan belum mendapatkan pekerjaan yang layak. Bahkan, bangsa ini malah mengimpor tenaga kerja.

"Kenapa tidak tenaga kerja kita yang dimanfaatkan, kenapa harus mendatangkan dari luar. Tenaga kerja ilegal pula, miris kita melihat kondisi negeri ini," cakapnya. 

Editor: Zamri Yahya
Laporan: Dedi Prima

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *