DPRD Padang

PADANG

SUMBAR

Latif

Antasari Azhar: Bangsa Indonesia Rugi Kalau Jokowi Tak Lagi Menjabat

          Antasari Azhar: Bangsa Indonesia Rugi Kalau Jokowi Tak Lagi Menjabat
Ketua umum ormas Dewan Pembina Pusat (DPP) Garda Jokowi, Antasari Azhar.
Iklan Mastilizal Aye
Iklan Mastilizal Aye
Antasari Azhar: Bangsa Indonesia Rugi Kalau Jokowi Tak Lagi Menjabat
BENTENGSUMBAR. COM - Ketua umum ormas Dewan Pembina Pusat (DPP) Garda Jokowi, Antasari Azhar membeberkan alasan masuk tim pemenangan pasangan Capres Joko Widodo (Jokowi) dan Cawapres Ma'ruf Amin untuk Pilpres tahun 2019 mendatang. Alasannya tak lain karena mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini menilai Jokowi merupakan orang baik.

"Karena saya tidak ingin kehilangan orang baik di Indonesia. Karena, saya yakini Jokowi itu orang baik, tidak hanya baik secara pribadi tapi baik bersikap. Bangsa Indonesia itu sekarang butuh pengayom, butuh teladan, butuh contoh dan itu ada di Jokowi," kata Antasari usai melantik pengurus DPD Garda Jokowi Provinsi Bali, di Kuta, Badung, Bali, Senin, 26 November 2018 malam.

Antasari juga menilai penegakan hukum selama era Presiden Jokowi ada kemajuan. Khususnya dalam pemberantasan korupsi.

"Pertama beliau (Jokowi) tidak intervensi dan beliau tidak melakukan tekanan dan mempersilakan kepada aparat penegak hukum melakukan tindakannya sendiri," ujar dia.

Antasari juga mencontohkan, bagaimana Jokowi selalu tampil untuk memberikan pandangan kepada rakyatnya yang melakukan sikap perlawanan hukum secara benar. Seperti kasus yang menimpa mantan guru honorer di SMA Negeri 7 Mataram Baiq Nuril karena dianggap menyebarkan percakapan kepala sekolah hingga dijerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Eletronik (ITE).

"Kita lihat beberapa kasus, seperti kasus Nuril yaitu guru. Di mana dia diusut untuk dihukum. Jokowi tampil memberikan pandangan kepada Nuril untuk melakukan sikap perlawanan terhadap putusan, perlawanan secara hukum bukan perlawanan jalanan dan dia perduli," ungkapnya.

Pria yang juga pernah menjabat Kejadi Jaksel ini pun mencontohkan grasi yang diberikan Jokowi kepadanya. Antasari mengungkapkan Jokowi memanggilnya setelah keluar bebas bersyarat 10 November 2016. Menurut dia, Jokowi saat itu mengatakan hati nuraninya meyakininya tak bersalah.

"Bebas bersyarat belum murni karena masih terikat harus lapor. Setelah itu tidak lagi sampai hari ini. Jadi saya berterima kasih kepada beliau dengan cara seperti ini. Karena, rugi bangsa Indonesia kalau Jokowi tidak lagi menjabat. Sekarang anda belum merasakan tapi lihat nanti," kata Antasari.

Antasari pun memberikan pesan kepada relawan dan pundukung dalam menghadapi segalah fitnah kepada Jokowi. Dia menyarankan, kepada seluruh anggota Garda Jokowi jangan terlalu reaktif untuk menanggapi segalah fitnah tersebut.

"Kita juga meminta kepada teman-teman ini secara dor to dor menjelaskan kepada tetangga dan teman-teman di sekolah atau di kantor. Jelaskan dengan pelan-pelan dan itu lebih efektif. Kita mendukung Jokowi secara dewasa dan secara baik. Kita didik masyarakat secara baik," tutup Antasari.

(merdeka.com)
Follow us:
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...
Iklan Mastilizal Aye
Iklan Mastilizal Aye

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *