PADANG

SUMBAR

Latif

M Taufik Sewot Jokowi Singgung Caleg Eks Koruptor saat Debat

          M Taufik Sewot Jokowi Singgung Caleg Eks Koruptor saat Debat
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, M Taufik.
Iklan Albert
M Taufik Sewot Jokowi Singgung Caleg Eks Koruptor saat Debat
BENTENGSUMBAR. COM - Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, M Taufik merasa geram ketika mendengar pertanyaan capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) ke capres Prabowo Subianto yang menyinggung persoalan eks narapidana korupsi untuk mencoba peruntungan di dalam perhelatan Pileg 2019 mendatang. Sebagai mantan koruptor, ia menilai pertanyaan itu sebagai sikap inkonsisten seorang pemimpin.

"Iya, pertama, Pak Jokowi kurang paham. Dia enggak punya bahan itu. Dia enggak konsisten. Kan dia yang bilang bahwa selama tidak dilarang undang-undang sah itu (mantan koruptor nyaleg-red)," kata Taufik kepada Okezone di Jakarta, Sabtu, 19 Januari 2019.

Diketahui, calon presiden nomor urut 01 Jokowi dalam debat pertama Pilpres 2019 bertanya kepada lawannya, Prabowo Subianto soal sejumlah mantan narapidana kasus korupsi dari Partai Gerindra mendaftar sebagai caleg. Data itu diperoleh dari Indonesia Corruption Watch (ICW).

Tercatat enam mantan napi korupsi dari Partai Gerindra yang mengikuti Pileg 2019. Taufik terbukti bersalah dan merugikan negara sebesar Rp488 juta. Ia lalu menjalani hukuman penjara 18 bulan sejak 27 April 2004.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu tidak khawatir pencalonan dirinya sebagai caleg akan terganggu dengan adanya pertanyaan dari Jokowi. Sebab, ia meyakini jika masyarakat sudah pintar dalam memilih calon wakil rakyat. Lagi pula, setelah mendapat kepercayaan duduk di kursi parlemen pada periode 2014-2019 ia tak pernah sekalipu melakukan tindakan rasuah.

"Biasa saja saya. Gimana mau terserang orang kemarin itu enggak dilarang, gimana mau terserang. Dianya enggak konsisten kan. Biasa saja," kata dia.

Taufik mengatakan, selama undang-undang tidak melarang, maka koruptor tetap bisa menjadi caleg pada Pileg 2019. Nantinya, tinggal diserahkan kepada masyarakat, apakah mereka mau memilih atau tidak caleg yang pernah bermasalah dalam kasus korupsi itu.

"Tidak dilarang oleh undang-undang, diperkenankan nyaleg, dipilih masyarakat, ya masyarakat udah bener dong," kata Taufik.

(Source: okezone.com)
Iklan Alex
Follow us:
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...
Iklan Mastilizal Aye

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *