PADANG

SUMBAR

Latif

Ferdinand Gak Terima Jokowi Sindir Prabowo ‘Punah Saja Sendiri’

          Ferdinand Gak Terima Jokowi Sindir Prabowo ‘Punah Saja Sendiri’
Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean.
Iklan Albert
Ferdinand Gak Terima Jokowi Sindir Prabowo ‘Punah Saja Sendiri’
BENTENGSUMBAR. COM - Pernyataan Joko Widodo (Jokowi) ‘punah saja sendiri, jangan ajak kita’, dianggap sebagai sindiran kepada Prabowo Subianto. Demikian disampaikan Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean, Minggu, 3 Februari 2019.

Pernyatan capres nomor urut 01 itu dilontarkannya di Hotel MG Setos, Semarang, Sabtu malam, 2 Februari 2019. “Saya pikir bahwa Jokowi sedang menyindir Pak Prabowo,” kata Ferdinand.

Akan tetapi, Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat itu menganggap sindiran dimaksud tidak tepat. “Tetapi sindiran ini kurang tepat. Karena tidak ada yang mau punah,” lanjut dia.

Anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu yang paling benar adalah pernyataan Prabowo yang menyebut Indonesia bakal bubar.

Ia beralasan, hal itu didasari atas terjadinya konflik di antara masyarakat jelang Pilpres 2019 yang makin panas.

Hal itu, kata dia, adalah kesalahan Jokowi yang tak bisa merangkul dan ‘mendamaikan’ dampak konflik di Pilpres 2014 silam.

Padahal, jika kondisi tersebut dibiarkan dan tak dicarikan solusinya, maka pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra yang menyebut Indonesi akan bubar akan menjadi kenyataan.

“Ancaman Indonesia bubar akan sangat mungkin terjadi kalau presidennya masih seperti Jokowi. Karena cara Jokowi gagal menjadi presiden bagi semua pihak,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ferdinand mengaku tak bisa membayangkan jika Joko Widodo terus membiarkan polarisasi pada periode selanjutnya.

Yang terjadi kemudian adalah, potensi konflik antara masyarakat bakal semakin terus meruncing.

“Kalau mau Indonesia tidak bubar dan tidak punah, satu-satunya jalan adalah mengganti Jokowi sebagai presiden 2019 ini,” ucapnya.

“Setelah itu menyatukan dan merajut kembali Indonesia ke dalam satu dalam bingkai NKRI dan kebersamaan. Bingkai kebinekaan itu diatur dalam UUD dan konstitusi,” tutupnya.

Untuk diketahui, pernyataan ‘punah saja sendiri, jangan ajak kita’ itu disampaikan Joko Widodo di depan 1.500 pengusaha di Hotel MG, Setos, Semarang, Sabtu, 2 Februari 2019 lalu.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut bahwa untuk mengelola Indonesia yang terdiri dari 17 ribu pulau adalah sebuah pekerjaan yang tak mudah.

“Bukan tugas gampang, 17 ribu pulau bukan satu daratan. Harus semua diurus infrastrukturnya. Di-manage logistiknya sehingga semuanya berjalan,”

“Sebagai sebuah negara besar, tantangannya juga besar. Tapi jangan sampai ada yang mengatakan negara kita ini negara miskin,” katanya.

Keyakinan Jokowi menyatakan Indonesia adalah negara besar karena tergabung dalam G-20. Alasan lainnya, produk domestik bruto (PDB) Indonesia saat ini telah melebihi USD 1 triliun.

“Saya sampaikan supaya kita tidak pesimistis. Jangan sampai kita pesimistis, gerakan pertumbuhan kita kelihatan sekali kok,”

“(Tapi) ada yang ngomong Indonesia bubar, ada yang ngomong Indonesia punah. Yang benar aja,” katanya.

(Source: pojoksatu.id)
Iklan Alex
Follow us:
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...
Iklan Mastilizal Aye

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *