PADANG

SUMBAR

Iklan Bapenda

Karhutla di Samarinda Hanguskan 11 Hektare Lahan dalam Sepekan

          Karhutla di Samarinda Hanguskan 11 Hektare Lahan dalam Sepekan
Kebakaran hutan dan lahan di kota Samarinda, Kalimantan Timur, kembali marak.
Karhutla di Samarinda Hanguskan 11 Hektare Lahan dalam Sepekan
BENTENGSUMBAR. COM - Kebakaran hutan dan lahan di kota Samarinda, Kalimantan Timur, kembali marak. Dalam sepekan, terjadi lebih 10 kali Karhutla dan menghanguskan hampir 11 hektare. Cuaca yang terik ditambah angin kencang, membuat api beberapa kali sempat berkobar hebat.

Hampir 2 pekan ini, memang nyaris tidak pernah turun hujan di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur. Temperatur udara rata-rata tembus 32-33 derajat celsius di siang hari.

Titik panas berupa Karhutla bermunculan. Data dihimpun relawan kebencanaan, terjadi 12 kali Karhutla. Terbaru terjadi siang hari ini sekira pukul 14.30 Wita, lahan kering kembali terbakar di kawasan Jalan Telkom, Samarinda Ilir.

Petugas Damkar, BPBD Samarinda dan relawan kebencanaan, berjibaku memadamkan api yang menjalar di lahan kering. Dugaan kuat, memang lahan itu sengaja dibakar warga.

"Dalam sehari, bisa lebih sekali kebakaran lahan dan hutan. Seperti yang terjadi tanggal 17 Februari kemarin, ada 3 kali karhutla dalam sehari," kata salah satu Koordinator Relawan Kebencanaan Samarinda, Joko Iswanto, Rabu, 20 Februari 2019.

Kendala yang dihadapi petugas adalah sulitnya menemukan sumber api di lokasi kebakaran.

Dikonfirmasi merdeka.com, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Samarinda, July Budi Kisworo tidak menampik cuaca terik dalam sepekan.

"Musim hujan di sini kan dipengaruhi Monsun Barat. Nah, Monsun Barat ini lemah. Pengaruhnya, curah hujan sedikit. Selain itu, temperatur muka laut, agak dingin. Sehingga tidak menghasilkan uap air yang banyak, sehingga membentuk awan hujan," kata July.

"Di samping itu, sekarang juga dipengaruhi El Nino, sehingga membuat kering. Meski pengaruh El Nino lemah, tapi sedikit banyak ada pengaruhnya. Sekarang pun belum musim kemarau. Jadi, musim hujan di Samarinda, abnormal, ada penyimpangan karena alasan-alasan yang saya sebutkan itu," demikian July. 

(Source: merdeka.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *