PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

Sekjen Gerindra Sebut Prabowo Mau Jaksa Agung Bukan Dari Parpol Jika Jadi Presiden

          Sekjen Gerindra Sebut Prabowo Mau Jaksa Agung Bukan Dari Parpol Jika Jadi Presiden
Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani.
Sekjen Gerindra Sebut Prabowo Mau Jaksa Agung Bukan Dari Parpol Jika Jadi Presiden
BENTENGSUMBAR. COM - Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menginginkan seorang Jaksa Agung yang tidak berasal dari kalangan partai politik jika menang Pilpres 2019. Sebab, kata dia, Jaksa Agung adalah posisi strategis yang harus netral.

"Ya memang dalam banyak pembicaraan bahwa JA (Jaksa Agung) adalah jabatan yang strategis. Karena itu harus diduduki oleh orang yang integritasnya terjaga," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019.

Muzani menjelaskan alasan lain mengapa Jaksa Agung harus berasal dari nonpartai politik. Salah satunya adalah penjagaan wibawa penegak hukum.

"Yang kedua harus diusahakan orang tersebut tidak memiliki interest terhadap partai politik supaya wibawa hukum itu tertegak dengan baik. Gitu seperti itu. Karena walaupun ini jaksa negara tapi ini harus betul-betul ferm dari kepentingan partai," ungkapnya.

Terkait lima nama yang disebut-sebut menjadi kandidat Jaksa Agung jika Prabowo menjabat sebagai Presiden, Muzani mengaku belum mengetahuinya. Dia juga tidak bisa memastikan kelima nama yang di antaranya Bambang Widjojanto, Novel Baswedan, Todung Mulya Lubis, Chandra M Hamzah dan Busyro Muqoddas. Namun dia menilai lima sosok tersebut pantas jika menjabat sebagai Jaksa Agung.

"Pantas. Memenuhi, menurut saya ada kepantasan untuk menduduki itu," ucapnya.

Sebelumnya, beredar di media sosial lima tokoh nasional yang disebut menjadi kandidat Jaksa Agung apabila Prabowo-Sandiaga menang Pilpres 2019. Lima tokoh ini memang dikenal sebagai orang-orang yang pakar di bidang hukum dan tak berafiliasi pada partai politik.

Dalam foto tersebut, ada nama penyidik KPK Novel Baswedan, mantan wakil ketua KPK Bambang Widjojanto serta Busyro Muqoddas. Dua lainnya yakni, ahli hukum Todung Mulya Lubis dan mantan pimpinan KPK Chandra M Hamzah.

(Source: merdeka.com )
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *