PADANG

SUMBAR

Iklan Bapenda

Kejari Terbitkan SPDP Dugaan Penyalahgunaan Dana Perjalanan Dinas di DPRD Padang

          Kejari Terbitkan SPDP Dugaan Penyalahgunaan Dana Perjalanan Dinas di DPRD Padang
Foto ilustrasi. Kejari Terbitkan SPDP Dugaan Penyalahgunaan Dana Perjalanan Dinas DPRD Padang.
Kejari Terbitkan SPDP Dugaan Penyalahgunaan Dana Perjalanan Dinas DPRD Padang
BENTENGSUMBAR.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang mengeluarkan Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) terkait dugaan penyalahgunaan dana perjalanan dinas anggota DPRD Padang tahun 2017. Keluarnya SPDP tersebut didasari laporan Inspektorat terkait temuan potensi kerugian negara senilai Rp350 juta.

"Kejari sudah menerbitkan SPDP terkait dugaan penyalahgunaan dana perjalanan dinas DPRD Padang. Agar dugaan kasus ini lebih terang tentu akan dilakukan pemeriksaan," kata Ferry Ritonga, Kasi Pidana Khusus Kejari Padang, awal pekan lalu.

Lebih lanjut Ferry mengatakan, laporan dugaan kasus ini dimulai dengan laporan Inspektorat Pemko Padang. Dalam laporan tersebut disebutkan sebagian dari anggota DPRD Padang sudah mengembalikan kelebihan anggaran itu.

Berdasar hasil Laporan Hasil Keuangan (LHK) BPK tahun 2017 dan 2018, badan auditor negara itu juga menemukan kelebihan pembayaran dana tunjangan transportasi anggota DPRD Padang. Temuan BPK tahun 2017, kelebihan pembayaran dana tunjangan transportasi senilai Rp353.600.000,- Sedangkan tahun 2018 senilai Rp165.750.000,-.

LHK BPK tersebut merekomendasikan Walikota Padang untuk memerintahkan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Padang menyetorkan kelebihan dana tersebut ke kas daerah.

Terkait temuan BPK tentang perjalanan dinas tenaga honorer yang membebankan anggaran daerah sebesar Rp1 miliar, Ferry mengaku belum menerima laporan tersebut. Kendati demikian, Ferry dengan dengan menyatakan Kejari Padang akan memproses dugaan kerugian keuangan negara yang terjadi di instansi DPRD Padang.

Ketika dikonfirmasi terkait temuan tunjangan perjalanan dinas anggpta dewan , Sekretaris Dewan DPRD Padang, Syahrul mengaku telah mempertanggungjawabkan keuangan tersebut dengan menagih sisa kelebihan anggaran itu. 

"Kelebihannya anggaran sudah ditagih dan sebagian besar sudah mengembalikan dana tersebut. Hanaya beberapa anggota dewan yang belum mengemblikan dana tersebut," kata Syahrul, Senin, 25 Maret 2019. 

(by/agb)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *