PADANG

SUMBAR

Iklan Bapenda

LSI Denny JA: Selisih Anggota FPI Pilih Prabowo dan Jokowi Tak Sampai Dobel Digit

          LSI Denny JA: Selisih Anggota FPI Pilih Prabowo dan Jokowi Tak Sampai Dobel Digit
Prabowo Subianto bersama Amien Rais dan Tengku Zulkarnain dalam suatu kegiatan.
LSI Denny JA: Selisih Anggota FPI Pilih Prabowo dan Jokowi Tak Sampai Dobel Digit
BENTENGSUMBAR.COM - Hasil temuan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyatakan suara pemilih Front Pembela Islam (FPI) tidak mendukung penuh pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno.

Dari hasil survei tanggal 18 hingga 26 Maret, suara pemilih dari FPI masih banyak mengarah ke capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo ( Jokowi)- Ma'ruf Amin.

"Prabowo-Sandiaga mendapat elektabilitas sebesar 52,4 sampai 58,8 persen pada pemilih FPI. Sementara itu, Jokowi memperoleh elektabilitas sebesar 41,2 sampai 47,6 persen. Secara angka, memang tidak terlalu jauh. Tidak sampai dobel digit," kata peneliti LSI Ardian Sopa, di Graha Dua Rajawali, Jalan Pemuda Nomor 70 Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa, 2 April 2019.

Adapun, survei melibatkan 1.200 responden yang dilakukan di 34 provinsi di Indonesia. Survei ini menggunakan metode sampel acak bertingkat melalui wawancara tatap muka dan kuesioner dengan margin of error dari survei ini sebesar 2,8 persen.

"Ini basenya hanya 0,9 persen," kata Ardian.

Ardian mengatakan, Jokowi berhasil mengubah pandangan negatif umat terkait anti-Islam. Publik belakangan menilai Jokowi bersahabat dengan umat Islam sehingga pemilih FPI mulai bersimpati.

"Mengapa (FPI dukung) karena persepsi bahwa Jokowi-Ma'ruf tidak ramah Islam dan ulama, lambat laun semakin terkikis. Apalagi Ma'ruf ini lebih sering ke ulama-ulama," katanya.

Berdasarkan temuan itu, Ardian menyanggah anggapan beberapa pihak yang menyebut FPI identik dengan Prabowo-Sandiaga. Sebab, hasil survei justru berkata sebaliknya.

"Jadi di Pemilu ini dari FPI tak mutlak dukung Prabowo-Sandi tapi terbelah juga ke Jokowi-Ma'ruf," ujarnya.

Sementara itu, Jokowi-Ma'ruf mengungguli pesaingnya, Prabowo-Sandiaga pada sektor pemilih kalangan Nahdlatul Ulama ( NU). Jokowi-Ma'ruf pemilih NU sebesar 62,4 persen sampai 68,8 persen. Sementara itu, Prabowo-Sandiaga hanya mendapat elektabilitas sebesar 31,2 sampai 37,6 persen.

"Untuk sektor pemilih NU, pasangan calon nomor 01 Jokowi-Ma'ruf unggul. Selisih unggulnya dua digit. Sebab, faktor Kiai Ma'ruf Amin. Jadi asosiasi cukup kuat. Ada representasi tokoh NU," katanya.

Sementara itu, elektabilitas Prabowo-Sandiaga unggul pada sektor pemilih Muhammadiyah dengan elektabilitas sebesar 51,3 hingga 57,7 persen. Sementara Jokowi-Ma'ruf sebesar 42,3 hingga 48,7 persen.

"Di Muhammadiyah ada tokoh yang mendukung Prabowo-Sandiaga, seperti Amien Rais. Kedua kecenderungan pemilih Muhammadiyah lebih kritis dan gampang kecewa dengan petahana. Karena memang pemilih Muhammadiyah ini berasal dari kaum terpelajar. Jadi mudah kritis terhadap program petahana. Namun, faktor tokoh Muhammadiyah yang merapat ke Prabowo-Sandiaga, ini yang paling kuat," pungkasnya.

(Source: merdeka.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *