PADANG

SUMBAR

Iklan Bapenda

Perusuh 22 Mei Target Bunuh Pejabat Negara, TKN Duga Ada Aktor Pemodal Besar

          Perusuh 22 Mei Target Bunuh Pejabat Negara, TKN Duga Ada Aktor Pemodal Besar
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN), Hasto Kristiyanto.
Perusuh 22 Mei Target Bunuh Pejabat Negara, TKN Duga Ada Aktor Pemodal Besar
BENTENGSUMBAR.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendorong pihak kepolisian mengungkap aktor yang memberikan perintah kepada perusuh 22 Mei untuk membunuh tokoh nasional. TKN menduga ada pihak dengan kekuatan modal besar yang mensponsorinya.

"Ya pihak kepolisian perlu berkonsentrasi siapa yang berada di belakang, yang tentu saja punya kekuatan modal yang cukup besar. Mereka yang punya kekuatan uang, kalau kita lihat juga tidak terlepas dari mereka-mereka yang belum mendapatkan fasilitas dari rezim yang berkuasa selama 32 tahun," kata Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto di DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin, 27 Mei 2019.

Menurut Hasto, mereka yang menjadi sponsor dari gerakan yang membenturkan rakyat dengan aparat keamanan harus ditindak tegas. Jika politik ditujukan untuk ancaman, kata Hasto, itu bukan lagi politik.

"Ketika politik kemudian ditujukan pada sebuah ancaman, pada tindak kekerasan, itu sudah bukan politik. Karena politik itu membangun peradaban, politik itu mencintai kehidupan," tutur Hasto.

"Karena itulah, aparat keamanan bersama seluruh lapisan masyarakat akan bersama-sama menghadapi mereka-mereka yang mempromosikan tindakan kekerasan itu. Ideologi kegelapan, apalagi terorisme, tidak bisa hidup di negara yang cinta damai ini," lanjut dia. 

Lebih lanjut, politikus PDIP ini mendorong pihak kepolisian mengungkap aktor di balik aksi 22 Mei. Ia meminta aparat tidak ragu-ragu menindak mereka yang melawan negara.

"Ya kami mendorong, karena kalau ada dana yang beredar kemudian membiayai berbagai tindakan-tindakan anarkis, ini merupakan pelanggaran hukum pidana dan bertentangan dengan tujuan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Ini nyata-nyata melawan negara. Karena itulah, polisi jangan ragu-ragu menindak siapa pun mereka," tegasnya.

Sebelumnya, polisi menyebut ada empat tokoh nasional yang diduga ditarget oleh kelompok perusuh 22 Mei 2019. Keempatnya diduga akan dibunuh oleh kelompok tersebut.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal menyebut sudah ada enam tersangka yang dijerat terkait hal tersebut. Keenamnya yaitu HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi. Iqbal menyebut para target pembunuhan itu sudah disurvei terlebih dulu. Dia menyebut para tersangka adalah orang yang sudah berpengalaman.

Iqbal menyebut HK dan TJ diduga menerima uang dari seseorang untuk membunuh empat tokoh nasional. 'Seseorang' yang memberikan perintah itu disebut Iqbal sudah diketahui identitasnya, tetapi tidak diungkapkannya ke publik.

(Source: detik.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *