PADANG

SUMBAR

Iklan Bapenda

Tak Cuma Unggah 'Bunuh Polisi', Dosen Solatun Sebar Hoaks Bom Surabaya

          Tak Cuma Unggah 'Bunuh Polisi', Dosen Solatun Sebar Hoaks Bom Surabaya
Foto: tangkapan layar Facebook. Tak Cuma Unggah 'Bunuh Polisi', Dosen Solatun Sebar Hoaks Bom Surabaya.
Tak Cuma Unggah 'Bunuh Polisi', Dosen Solatun Sebar Hoaks Bom Surabaya
BENTENGSUMBAR.COM - Solatun Dulah Sayuti ditangkap polisi gegara unggahan 'people power dan bunuh polisi' di akun Facebook miliknya. Selain unggahan itu, lelaki yang juga dosen ini sempat mengunggah hoaks terkait bom Surabaya. 

Foto tangkapan layar unggahan soal hoaks bom Surabaya ini beredar di kalangan wartawan. Dalam foto itu, terlihat melalui akun Facebook-nya, Solatun mengunggah sebuah tangkapan layar.

Foto tangkapan layar yang diunggah Solatun berasal dari pemilik akun media sosial lain dengan nama habibie_al.fatih. Foto tangkapan layar yang diunggah Solatun berisi kalimat :

"PERKEMBANGAN TERAKHIR KEL DITA (Pelaku bom bunuh diri gereja di Surabaya) DIJEBAK, DISURUH JADI KURIR BARANG DIKASIH DP 10 JUTA SISANYA 90 JUTA DIKASIH KLAU BOX SDAH DITERIMA. TERNYATA SUTRADARA MENGINTIP DI BELAKANG BAWA REMOTE CONTROLE...DAN BLUSHHHH...NYAWA MELAYANG. MEREKA DITIPU TERNYATA ISINYA BOM. SYA BERDUKA CITA ATAS SELURUH KORBAN BOM SURABAYA. MEREKA ORANG TAK BERDOSA YG DIKORBANKAN DEMI RAKUSNYA KEKUASAAN," begitu tulisan dalam foto tangkapan layar yang diunggah Solatun.


Tak Cuma Unggah 'Bunuh Polisi', Dosen Solatun Sebar Hoaks Bom Surabaya

Selain mengunggah tangkapan layar itu, Solatun juga menambahkan keterangan berupa, "Masih adakah J.O.K.O.W.E.R.S yg mau nyangkal bahwa INTEL PEMERINTAH JOKOWI YG BIKIN TEROR SURABAYA???." 

Unggahan-unggahan Solatun di medsosnya memang banyak menyerang pemerintahan termasuk ke Presiden Jokowi. Bahkan, editan foto Jokowi pun sempat diunggah Solatun.

Namun berdasarkan penelusuran detikcom pada Sabtu, 11 Mei 2019 pukul 14.40 WIB, unggahan hoaks bom Surabaya dan foto Jokowi yang diedit itu sudah tak ada di medsosnya.

"Iya, yang bersangkutan selalu menjadi provokator," ucap Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Samudi via pesan singkat.

Samudi mengatakan Solatun baru berurusan dengan polisi atas unggahan kalimat 'people power dan bunuh polisi' beberapa waktu lalu. 

"Atas konten-konten di media sosial, baru sekarang dia diperiksa," ucapnya.

(Source: detik.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *