PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

Keponakannya Jadi Saksi Prabowo di MK, Mahfud Md: Kesaksiannya Mentah

          Keponakannya Jadi Saksi Prabowo di MK, Mahfud Md: Kesaksiannya Mentah
Mahfud Md, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).
Keponakannya Jadi Saksi Prabowo di MK, Mahfud Md: Kesaksiannya Mentah
BENTENGSUMBAR.COM - Keponakan Mahfud Md, Hairul Anas menjadi saksi untuk Prabowo-Sandiaga dalam sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK). Mahfud menilai Hairul belum bisa membuktikan dalil gugatan Prabowo-Sandiaga soal adanya kecurangan di Pilpres 2019.

"Kesaksiannya sih mentah menurut saya. Pertama, dia mengatakan ada pidato dari Moeldoko bahwa di demokrasi itu biasa curang. Semua orang kan bilang begitu, tidak hanya Moeldoko, tetapi Moeldoko kan tidak menyuruh orang curang," kata Mahfud saat ditemui di Kantor BPIP, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Juni 2019.

Menurut Mahfud, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko hanya mengatakan bahwa di dalam demokrasi itu biasa terjadi kecurangan, namun Moeldoko tidak mengajak orang curang.

"Wong di bukunya Magnis Suseno itu ada buku etika politik, dikatakan etika politik itu penting, tapi etika politik itu tidak ada di lapangan, hanya ada di bangku kuliah. Kan sama dengan mengatakan itu," ujarnya.

Mahfud juga menilai kesaksian keponakannya, Anas yang mengatakan Tim Kapanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menyerukan warga golput agar 01 menang adalah kesaksian yang mentah. Pernyataan itu bertolak belakang dengan Capres Joko Widodo (Jokowi) dan TKN yang selalu mengajak warga agar jangan golput.

"Karena 73 persen dari hasil survei, orang yang mau golput itu ditanya mau pilih Jokowi. Itu kan hasil surveinya begitu. Golput itu banyak, tapi anda mau golput? 'Biarlah saya golput saja'. Nah anak-anak milenial itu kan 'saya golput saja, males ke TPS'. Tapi seandainya anda milih, milih siapa? Milih Jokowi 73 persen, masak (TKN) mau nyuruh golput. Oleh sebab itu, TKN lalu bicara jangan golput. Itu (kesaksian Anas) saya kira keliru," jelasnya.

Kesaksian lainnya yang dinilai Mahfud merupakan kesaksian mentah adalah pernyataan Anas yang menyebut pemerintah menggunakan aparat agar Jokowi menang. Menurut Mahfud aparat memang memiliki tugas untuk mengkampanyekan program dan keberhasilan pemerintah.

"Itu sudah biasa saja, tapi kan tidak curang. Artinya dari kesaksian (Anas) yang disampaikan itu ya semuanya mentah, tidak ada kaitannya dengan kecurangan. Dan bukan kecurangan," ucapnya.

Meski menyebut kesaksian keponakannya itu mentah, namun Mahfud tidak masalah dengan tampilnya Anas sebagai saksi Prabowo-Sandi. Menurutnya majunya Anas sebagai saksi Prabowo adalah bagian dari pendidikan agar Anas berani tampil di depan publik.

"Dia kan keponakan saya. Pintar dia. Dia tanya (saya) ketika mau jadi saksi lewat kakaknya, 'boleh enggak?'. Oh boleh, saya bilang, kamu katakan saja yang sejujurnya. Saya kira mau saksi situng. Situngnya itu kan mentah juga, akhirnya ndak ditampilkan tadi malem (saat sidang)," imbuhnya.

(Source: detik.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *