PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

Jangan Ragukan Keadilan Tuhan

          Jangan Ragukan Keadilan Tuhan
Foto Ilustrasi. Jangan Ragukan Keadilan Tuhan.
Jangan Ragukan Keadilan Tuhan
TERKADANG kita sering meragukan keadilan Tuhan. Terutama disaat kita sedang galau karena menghadapi kesusahan dalam hidup. 

Kita sering bertanya di dalam hati, "Apakah Tuhan adil kepada saya?"

Pertanyaan itu muncul ketika kita membandingkan nasib kita dengan orang lain. 

"Kenapa orang lain beruntung, saya tidak? Kenapa orang lain diberi rezeki yang banyak, bahkan harta yang mengejar mereka, saya tidak? Padahal saya juga bekerja keras siang dan malam, banting tulang."

Pertannyaan-pertanyaan semacam itu sering muncul dibenak kita, seakan kita meragukan keadilan Tuhan.

Padahal, Tuhan sebagai pencipta manusia tentu Maha Mengetahui apa yang terbaik buat manusia itu. 

Tuhan disebut dalam Alquran dengan sebutan Al-Ahkam atau Al-Hakim yang artinya Hakim Yang Paling Adil (QS.95,8).

Tuhan juga tidak pernah membebankan suatu taklif yang tidak sesuai dengan kemampuan manusia (ahliah). 

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, la mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya," demikian bunyi firman Tuhan dalam Al Quran surah 2 ayat 286.

Keadilan Tuhan teramat luas, banyak yang tak terkira oleh manusia. 

Ada suatu hal yang dipandang buruk oleh manusia, tetapi justru di dalamnya tersimpan keadilan. 

Sebaliknya, ada pula sesuatu hal yang dipandang baik dan adil oleh manusia, tetapi justru di dalamnya terdapat ketidakadilan.

"...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui," kutipan firman Tuhan dalam surah 2 ayat 216.

Dalam hidup ini, manusia terbaik adalah manusia yang lulus ujian. 

Manusia tidak bisa lepas dari ujian dalam kehidupannya sehari-hari. 

Setiap diri pasti mengalami ujian, ringan maupun berat. Semakin tinggi derajat keimanan seseorang, ujian yang Allah berikan pasti semakin berat.

Semakin lemah keimanan seseorang, ujian pun semakin ringan, maka tak heran jika para anbiya adalah mereka yang paling berat ujiannya.

Ujian tidak hanya dialamatkan kepada individu, tetapi juga kepada keluarga, masyarakat, golongan, bahkan kepada umat. 

Namun sayang, tak sedikit orang yang gagal dalam menghadapi "hujan" ujian yang datang bertubi-tubi.

Bermacam- macam bentuk ujian yang Tuhan berikan, bisa berupa dipecat dari pekerjaan, anak meninggal, sakit yang berkepanjangan, dan lain-lain.

Bahkan, ujian kadang datang pada kesempatan yang genting, seperti saat dipecat dari pekerjaan bersamaan mendadak anak sakit keras dan harus segera dirawat di rumah sakit.

Akibat ujiann dalam menempuh hidup ini, tidak sedikit pula manusia yang mengalami krisis kepercayaan dan keyakinan kepada Tuhan. 

Mereka menggangap semua ujian itu wujud dari ketidakadilan Tuhan terhadap diri mereka.

"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman, dan mereka tidak diuji'," demikian bunyi firman Tuhan dalam surah 29 ayat 2. 

Ujian bagi orang yang beriman sudah dikemas "satu paket". 

Namun, Tuhan juga menegaskan, dibalik kesulitan dalam menjalani hidup ini, pasti ada kemudahan.

"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan," firman Tuhan dalam surah 94 ayat 5-6.

Firman Tuhan ini menjadi motivasi bagi kita agar selalu meyakini bahwa kesulitan atau ujian hidup dan bentuknya selalu dibarengi dan diakhiri dengan kemudahan dan keindahan. 

Tuhan tidak menyia-nyiakan kesabaran hambanya dalam menerima ujian. Sekecil apa pun ujian tersebut, Tuhan pasti membalasnya dengan kebaikan.

Kata pepatah, "Ombak yang besar akan melahirkan nakhoda yang cakap." 

Makna ujian hidup menjadikan kita lebih bijak dan tegar, menjadikan kita lebih memahami arti sebuah kehidupan, dan semakin mendekatkan kita kepada Tuhan. 

Dengan ujian, kita semakin paham betapa di balik ujian itu bertabur hikmah dan pelajaran yang bisa kita petik.

Ditulis Oleh: Zamri Yahya
Wakil Ketua FKAN Pauh IX Kecamatan Kuranji Kota Padang
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *