PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

Pidato Mendikbud Nadiem Viral, DPR Tunggu Tindak Lanjutnya

          Pidato Mendikbud Nadiem Viral, DPR Tunggu Tindak Lanjutnya
Foto: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim. Pidato Mendikbud Nadiem Viral, DPR Tunggu Tindak Lanjutnya.
Pidato Mendikbud Nadiem Viral, DPR Tunggu Tindak Lanjutnya
BENTENGSUMBAR.COM - Anggota Komisi X DPR RI My Esti Wijayanti mengapresiasi pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim untuk peringatan Hari Guru 25 November 2019 yang viral di dunia maya.

Esti mengutarakan, DPR sedang menunggu cetak biru dan perubahan dunia pendidikan sebagai tindaklanjut langkah Nadiem membuka catatan lama rekomendasi Komisi X.

“Apa yang dituliskan Nadiem sama persis dengan kegilsahan yang kami rasakan di Komisi X. Selama ini guru-guru terkungkung dalam proses administrasi yang tinggi, sehingga mengabaikan tugas utama dalam menjaga dan mendidik anak,” ujarnya usai menghadiri pembukaan rapat kerja DPC PDIP Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu, 24 November 2019.

Esti setuju dengan pandangan Nadiem, bahwa seharusnya guru tidak dibebani tugas administrasi dan kewajiban mereka diringankan agar kembali fokus pada tugas mendidik.

“Demikian juga dengan kurikulum. Saat ini peserta didik terbebani dengan kurikulum terlalu banyak. Di rapat pertama, Nadiem berjanji akan melakukan evaluasi,” ujarnya.

Soal beban administrasi dan kurikulum, menurut Esti, menjadi rekomendasi lama Komisi X periode 2014-2019 tapi tak pernah mendapat tindak lanjut. Esti pun mengacungi jempol Nadiem yang berani membuka catatan lama itu.

Esti juga mengakui, Komisi X saat ini sedang mendukung cetak biru dan program restrukturisasi yang dijanjikan Nadiem saat rapat pertama. “Kami mengharapkan, cetak biru dan restrukturisasi Nadiem menunjukkan arah mau dibawa ke mana pendidikan bangsa ini dalam 100 tahun ke depan,” ujarnya.

Selain kurikulum yang harus sesuai kebutuhan masa revolusi industri 4.0, Esti juga berharap kurikulum baru mampu melawan intoleransi yang sesuai penelitian mendapat banyak dukungan dari dunia pendidikan.

Menurut Esti, idealnya kurikulum baru bermuatan Pancasila dan pendidikan karakter yang bisa diterapkan lembaga pendidikan terbawah, yakni di pendidikan anak usia dini (PAUD).

“Saya acungi jempol dan menaruh harapan besar pada Nadiem yang mampu mengubah pendidikan jauh lebih baik. Apa yang disampaikan beliau akan terealisasi dengan baik asal didukung semua komponen Kemendikbud. Tanpa dukungan itu semua tidak akan berjalan,” ucap Esti.

(Source: gatra.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *