PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

Pratikno Bantah Loyalis Bamsoet soal Pemilihan Ketum Golkar

          Pratikno Bantah Loyalis Bamsoet soal Pemilihan Ketum Golkar
Foto: Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Pratikno Bantah Loyalis Bamsoet soal Pemilihan Ketum Golkar.
Pratikno Bantah Loyalis Bamsoet soal Pemilihan Ketum Golkar
BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Sekretaris Negara Pratikno membantah ikut campur dalam pemilihan ketua umum Partai Golkar.

Praktino sebelumnya dituding loyalis Ketua MPR Bambang Soesatyo, Syamsul Rizal Hasdy sebagai salah satu menteri yang meminta kader Golkar agar memilih kembali Airlangga Hartarto sebagai ketum partai beringin itu.

"Ngapain? Apa urusanku sama Golkar? Kacau kamu," ujar Pratikno saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat, 29 November 2019.

Pratikno menegaskan dirinya sama sekali tak berwenang terkait pemilihan ketum Golkar. Menurutnya, pihak yang berwenang untuk memilih ketum adalah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

"Aku aja enggak tahu DPD-nya siapa. Aku baru tahu kalau yang milih DPD," katanya

Sebelumnya, kubu bakal calon Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo alias Bamsoet menyebut tiga menteri Kabinet Indonesia Maju mencampuri urusan internal partainya.

Loyalis Bamsoet, Syamsul Rizal Hasdy, mengatakan ketiga menteri Jokowi tersebut menjadi alat untuk menekan DPD Golkar tingkat I dan II serta sejumlah kepala daerah yang merupakan kader 'Beringin' untuk mengarahkan dukungan ke calon Ketum Golkar petahana Airlangga Hartarto jelang Musyawarah Nasional (Munas).

"Jadi, ada pembantu Presiden, saya enggak mau sebut nama, tapi ada tiga pembantu Presiden yang telepon [beberapa] DPD, Ketua DPD I, Ketua DPD II, dan kepala-kepala daerah untuk pilih Airlangga," kata Syamsul kepada wartawan saat ditemui di Kantor DPP Partai Golkar.

Salah satunya Syamsul menyebut nama Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Kendati demikian, dia tak menjelaskan bentuk campur tangan Pratikno secara rinci dalam pemilihan ketum Partai Golkar periode 2019-2024.

Sementara dua sosok menteri lainnya hanya disebutkan berlatar belakang kader Partai Golkar dan kader partai politik lain.

(Source: cnnindonesia.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *