PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

Sri Mulyani Baru Tahu BUMN Bernama PT PANN, Ini Kata Erick Thohir

          Sri Mulyani Baru Tahu BUMN Bernama PT PANN, Ini Kata Erick Thohir
Foto: Menteri BUMN Erick Thohir. Sri Mulyani Baru Tahu BUMN Bernama PT PANN, Ini Kata Erick Thohir.
Sri Mulyani Baru Tahu BUMN Bernama PT PANN, Ini Kata Erick Thohir
BENTENGSUMBAR.COM - PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero) alias PT PANN menjadi salah satu perbincangan dalam rapat kerja antara Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kemarin lantaran perusahaan pelat merah itu ternyata jarang terdengar. Terkait hal ini, Menteri BUMN Erick Thohir angkat bicara. 

Di tempat berbeda, saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR kemarin, Erick Thohir mencontohkan PT PANN sebagai perusahaan pelat merah yang bisnis utamanya tak fokus. Perusahaan itu sebetulnya bergerak dalam bisnis leasing kapal laut memiliki dua hotel.

PT PANN, kata Erick, juga mengurusi leasing pesawat terbang yang maskapainya sendiri sama sekali sudah tidak ada seperti Bouraq. "Bagaimana perusahaan leasing kapal ini bisa hidup kalau sejarahnya juga ada bisnis leasing pesawat terbang. Apalagi, mohon maaf, tiba-tiba ada bisnis hotel," ujarnya, Senin, 2 Desember 2019.

Terkait hal tersebut, Erick meminta para wakil rakyat untuk tidak menyalahkan direksi PT PANN mengingat direksi BUMN tersebut saat ini merupakan direksi baru.

"Karena beliau baru masuk dan apa yang tadi masalah penyertaan modal negara atau PMN yang dibutuhkan sendiri sebenarnya kebijakan tahun 1994 di mana perusahaan ini harus membenahi leasing pesawat-pesawat yang maskapainya sendiri sudah tidak ada," katanya.

Dalam keterangan dari situs resminya, PT PANN merupakan BUMN yang berdiri pada tahun 1974. Perusahaan ini bergerak di bidang Pengembangan Armada Niaga Nasional.

Berdirinya PT PANN juga menjadi amanat Rencana Pembangunan Lima Tahun atau Repelita II. Repelita II menyatakan agar pemerintah membentuk suatu badan yang bertugas di bidang pembiayaan dan pengembangan armada niaga nasional.

PT PANN memantapkan strateginya dengan membentuk cross sektoral holding dan pemisahan bisnis sektor usaha strategis yakni usaha pembiayaan kapal, shipping, shipyard, manajemen perkapalan, pialang asuransi kapal sehingga PT PANN berdiri menjadi perusahaan holding.

Pada 8 Agustus 2012, PT PANN mendirikan anak usaha PT PANN Pembiayaan Maritim yang kemudian dilakukan pemisahan bisnis atau spin off pada tanggal 19 Februari 2013. Dengan demikian, kegiatan bisnis inti perseroan dialihkan kepada anak usaha, sedangkan PT PANN ditetapkan sebagai induk perusahaan (holding company).

Ke depan, Erick Thohir menyatakan bakal memperbaiki model bisnis masing-masing BUMN dalam rangka mengembalikan BUMN-BUMN ke bisnis intinya atau core business. "Kita akan perbaiki yang namanya model bisnis masing-masing BUMN," ujarnya.

Nama PT PANN mencuri perhatian publik karena dibahas dalam rapat kerja antara Komisi Keuangan DPR dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Perusahaan pelat merah itu dibicarakan lantaran salah satu anggota DPR, Misbakhun, mengaku tidak mengenal PT PANN.

"Interupsi, saya ingin tahu PT PANN ini apa Bu? Saya baru dengar ini persero PT PANN," ujar politikus asal Partai Golkar itu di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019.

Mendapat pertanyaan itu, Sri Mulyani pun mengaku baru mengetahui adanya perusahaan tersebut. "PT PANN adalah PT Pengembangan Armada Niaga Nasional, saya juga baru dengar sih, Pak," tuturnya. "Saya juga belum pernah mendengar PT ini, tapi ternyata dia sudah mendapat SLA (Soft Loan Agreement) dan artinya penerusan pinjaman yang sekarang dikonversi menjadi ekuitas."

Membaca rincian di dokumennya, Sri Mulyani akhirnya mengetahui bahwa PT PANN adalah perseroan pelat merah yang sudah lama berdiri, yaitu sejak 1974. "BUMN-nya sudah lama tapi enggak populer, maka Pak Misbakhun dan saya sama-sama enggak pernah dengar," ucapnya.

(Source: tempo.co)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *