PADANG

SUMBAR

Iklan 728x90px

Pemko Padang Sambut Baik Kunjungan Studi Replikasi Pemkab dan Baznas Malang Tentang Pengelolaan Zakat

          Pemko Padang Sambut Baik Kunjungan Studi Replikasi Pemkab dan Baznas Malang Tentang Pengelolaan Zakat
Pemko Padang Sambut Baik Kunjungan Studi Replikasi Pemkab dan Baznas Malang Tentang Pengelolaan Zakat.
Pemko Padang Sambut Baik Kunjungan Studi Replikasi Pemkab dan Baznas Malang Tentang Pengelolaan Zakat
BENTENGSUMBAR. COM - Wali Kota Padang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Amasrul menyambut baik kedatangan rombongan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bersama pengurus Baznas Kabupaten Malang yang tengah melakukan kunjungan Studi Replikasi di Kota Padang, Kamis, 9 Januari 2020.

Sekda Amasrul dan pimpinan OPD terkait di lingkup Pemko Padang pun, menyambut hangat rombongan tamu yang dipimpin Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Malang Sukowiyono itu.

Kedua belah pihak pun menggelar pertemuan dan diskusi bersama di Ruang Abu Bakar Ja'ar Balai Kota Padang. Juga hadir dikesempatan itu Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Baznas Kabupaten Malang Khoirul Hafid Fanani dan juga Ketua Baznas Kota Padang Epi Santoso.

"Alhamdulillah, kami atas nama Pemerintah Kota Padang mengucapkan selamat datang kepada rombongan Pemkab Malang dan jajaran pengurus Baznas Malang di Kota Padang. Semoga apa yang diharapkan melalui kunjungan ini dapat tercapai sesuai harapan yang diinginkan," imbuh Sekda sembari memaparkan program-program Pemko Padang serta kondisi dan perkembangan terkini Kota Padang.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Padang Epi Santoso menyebutkan, pada kesempatan itu secara prinsip ia hanya menyampaikan apa yang telah dilakukan Baznas Kota Padang bersama Pemko Padang dalam rangka mengelola zakat di Kota Padang sejauh ini.

"Yaitu bagaimana kita mensyiarkan dan memfungsikan zakat yang kita kelola semaksimal mungkin kepada penerimanya (mustahiq)," sebutnya.

Kata Epi, pertama sekali yang disampaikan pihaknya saat itu adalah bagaimana Baznas Kota Padang bisa tumbuh dan berkembang dalam pengumpulan zakat adalah didasari oleh komitmen dan dukungan yang baik dari Pemko Padang dan stakeholder terkait. Selanjutnya kedua, juga dikarenakan seiring tumbuhnya kepercayaan unsur pihak ketiga yang terlihat dari banyaknya pihak ketiga yang langsung mengantarkan zakatnya ke Baznas Kota Padang.

"Mulai dari ojek online (ojol), pedagang serta pelaku usaha lainnya dan segala macam yang angka zakatnya pun sangat signifikan. Dari nol rupiah di 2015 naik ke Rp1 miliar di 2016 dan sekarang sudah ada di angka Rp 5,3 miliar untuk jumlah zakat yang terkumpul dari pihak ketiga," jelasnya.

Sambungnya lagi, adapun yang ketiga disampaikannya adalah sekaitan transparansi Baznas Kota Padang dalam pendistribusian zakat sesuai persayaratan dan ketentuan yang ditetapkan.

"Sehingga tidak ada satu pun masyarakat yang tidak tahu program Baznas Kota Padang dan apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi. Untuk pendistribusiannya semua sudah standar secara nasional. Dimana terdapat 6 program mulai dari Padang Religius terkait keagamaan, Padang Cerdas untuk pendidikan, Padang Sehat untuk kesehatan, Padang Makmur untuk bedah rumah tak layak huni, Padang Sejahtera untuk usaha dan kemudian ada Padang Peduli untuk masyarakat lanjut usia (lansia). Semuanya tentu adalah demi membantu masyarakat kita yang membutuhkan demi terciptanya Kota Padang sesuai 6 program tersebut," urai Ketua Baznas Padang itu.

Sukowiyono dalam penyampaiannya mengatakan atas nama Pemkab Malang tentunya mengucapkan terima kasih baik kepada Pemko Padang dan juga Baznas Kota Padang yang telah menerima kunjungan pihaknya kali ini. Ia menyebut, kunjungan ke Padang kali ini tujuan utamanya yaitu dalam rangka melakukan studi replikasi pengelolaan zakat, infak dan sedekah (ZIS) di Baznas Kota Padang.

"Alhamdulillah, dari informasi dan pemaparan yang diberikan baik Pemko Padang dan juga Baznas Kota Padang ternyata luar biasa bermanfaat bagi kita.

Ia pun kageti mengingat dari segi potensi sesungguhnya antara Kabupaten Malang dan Kota Padang cukup jauh berbeda. Dimana Padang hanya sepertiga dari Kabupaten Malang baik jumlah penduduk, luas wilayah maupun jumlah kecamatannya.

"Tapi ternyata, pengelolaan zakat di Padang itu tiga kali lipat baik dan bagusnya dari kita di Kabupaten Malang. Kalau Kabupaten Malang dalam setahun hanya mampu mencapai penerimaan zakat sebanyak Rp8,5 miliar sementara Padang
sampai angka Rp23 miliar lebih. Jadi, melalui kunjungan dan pertemuan ini kita mendapat ilmu yang bermanfaat untuk dapat diaplikasikan di Malang ke depan. Insya Allah hal itu bisa kita lakukan," tutur Sukowiyono.

Dilanjutkannya, dari semua paparan yang diterimanya kali itu, yang paling menarik baginya dan rombongan yaitu terkait komitmen dan keseriusan Pemko Padang dan yang sejalan dengan pengurus Baznas Kota Padang.

"Artinya, komitmennya luar biasa yang artinya betul-betul dalam setiap bulan itu memberikan kendali dan kontrol serta mengawal terhadap capaian zakat yang terkumpul. Selama ini kita Malang belum sampai ke arah sana," tukasnya.

Di akhri pertemuan, kedua belah pihak saling bertukar cendera mata sebagai tanda kedekatan dan hubungan baik keduanya.

(David/Ady/Rama)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *