Opini

PARLEMEN

Sports

Kongres PAN di Kendari Ricuh

          Kongres PAN di Kendari Ricuh
Foto: Konferensi Pers tim Mulfachri-Hanafi, di Kendari, Senin (10/2). Kongres PAN di Kendari Ricuh.
Kongres PAN di Kendari Ricuh
BENTENGSUMBAR.COM - Pelaksanaan Kongres V PAN di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) diwarnai kericuhan, Senin (10/2) sekira pukul 14.30 Wita.

Kericuhan dipicu dari panitia yang menolak pendaftaran 27 peserta yang akan menggunakan hak suara dalam pemilihan Ketua Umum PAN periode 2020-2025.

Mersa kesal, puluhan massa akhirnya memaksa agar proses pendaftaran peserta kongres ditutup karena dinilai ilegal. Sebagian besar pemilik suara yang ditolak berasal dari Provinsi Maluku.

Untungnya, kericuhan tak berlangusng lama. Pihak keamanan yang siaga di lokasi pendaftaran peserta, langsung turun tangan mendamaikan kedua bela pihak yang bersitegang.

Wakil Ketua DPD PAN Kota Tual, Nizar Salim Sether mengaku heran dengan sikap pihak panitia. Pasalnya, panitia justru mengakomodir peserta yang tidak sah sesuai keputusan mahkamah partai.

Namun kenyataannya, orang-orang yang sudah ditetapkan mahkamah partai sebagai yang berwenang menggunakan hak suara di kongres kali ini, justru tak diterima.

“Itulah yang menjadi poin protes kita hari ini, yang merupakan kejahatan Zulkifli Hasan dan sekjen hari ini untuk menghancurkan partai ini,” tandasnya.

Nizar menjelaskan, salah satu persyaratan mutlak yang masuk sebagai peserta yaitu setidaknya terdaftar sebagai pengurus sah di KPU setempat, dibuktikan dengan SK hasil Musda, mandat, hadir secara fisik, KTP, dan KTA.

"Ada sekitar 27 suara tidak bisa mendaftar. Jangankan 27 suara, satu suara saja jika hak kita dizolimi, kita akan protes besar-besaran,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menegakui, bila memang terjadi masalah pada peserta Malu dan Maluku Utara. Masalah tersebut, harus diselesaikan steering committee.

Kondisi ini, kata dia, memaksa peserta dari Maluku dan Maluku Utara tidak bisa mendapatkan ID Card sebagai peserta. Ditambah lagi, ada komputer panitia diambil pihak lain.

“Jadi memang gak bisa diberi. Kemudian, lima komputer diambil. Nah teman-teman OC kan gak bisa kerja. Harus kerja manual. Siapa yang salah, ya yang merebut komputer itu. Jelas sekali itu,” tegas pria yang beken disapa Zulhas ini.

(Source: gatra.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...
loading...

Enter your email address. Its free!

Delivered by FeedBurner

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *