Opini

PARLEMEN

Sports

Tengku Zulkarnain Serukan Boikot Produk Prancis, Denny Siregar Malah Bicara Soal Saling Menghormati

          Tengku Zulkarnain Serukan Boikot Produk Prancis, Denny Siregar Malah Bicara Soal Saling Menghormati
Tengku Zulkarnain Serukan Boikot Produk Prancis, Denny Siregar Malah Bicara Soal Saling Menghormati.
BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustad Tengku Zulkarnain kembali melontarkan reaksi atas ucapan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dinilai menghina agama Islam.

Menurut Ustad Tengku Zulkarnain, jika 1,9 milyar umat sedunia memboikot produk Prancis, maka akan berhasil menjungkirkan Macron dari kursi kepresidenannya.

Tak hanya itu, Tengku Zul yakin, maka model boikot ekonomi akan meyakinkan orang seluruh dunia untuk dipakai menjungkirkan Penguasa diktator di manapun berada.

"Jika 1,9 Milyar Umat sedunia memboikot produk Prancis berhasil menjungkirkan Macron dari kursi Kepresidenannya, maka model boikot Ekonomi akan meyakinkan Orang seluruh dunia untuk dipakai menjungkirkan Penguasa Diktator di manapun berada.
Lihat dan Pahamkan.
(Tengku Zulkarnain)," ungkap Tengku Zul, seperti dikutip BentengSumbar.com dari akun twitternya, @ustadtengkuzul pada Kamis, 29 Oktober 2020.

Namun, pandangan berbeda diberikan oleh Penggiat Media Sosial Denny Siregar.

Denny merasa aneh dengan orang-orang yang selama ini mengejek Yesus di gantungan. Bahkan ejekan itu dilakukan secara terus menerus.

Ironisnya, kata Denny, ketika balik diejek malah main penggal. Ia menegaskan, jika tidak mau diejek, sebaiknya jangan mengejek.

"Saya bukan membela pemenggalan guru di Perancis.

Cuman aneh aja. Kalian selama ini ngejek Yesus pake kolor. Trus ngejek Yesus di gantungan. Kalian ejek mereka terus seolah2 kalian paling benar.

Sekalinya balik diejek, main penggal.
Kalo ga mau diejek, jgn suka ngejek. 

Simple." tulisnya di akun twitternya, @Dennysiregar7 pada Rabu, 28 Oktober 2020, seperti dikutip BentengSumbar.com.

Denny mengungkapkan pengalamannya ketika diundang bicara di gereja. Denny mengaku, agamanya dihormati, karena dirinya menghormati agama mereka.

Bahkan, Denny menungkil Quran surah al An'am ayat 108, "Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka..."

Denny meminta agar ayat tersebut dibaca dan direnungkan dengan bijak.

"Setiap gua diundang bicara di Gereja, agama gua dihormati mereka. Kenapa ? Karena gua menghormati agama mereka. 

Apa yg susah dgn itu ? Bahkan Alquran pun sdh mengingatkan dgn tegas. 

Bacalah. Dan renungkan dgn bijak.." tegasnya.

Denny menekankan pentingnya saling menghormati ajaran agama.

"Seandainya kita dikenal sebagai orang yang sangat menghormati ajaran orang lain, pasti disaat ajaran kita dihina, mereka yang ajarannya berbeda akan ikut membela kita juga..

Tapi bgmn mrk bisa membela ajaran kita, kalau kita selalu menghina ajaran mereka ?

Coba, drun. Think.." katanya.

Denny juga mengatakan, orang Kristen pasti tumbuh di lingkungan orang Islam yang menghormati keyakinan mereka, dan membiarkan mereka beribadah tanpa diganggu, nukan di tempat di mana mau bangun satu gereja saja, ada puluhan stempel dewan masjid yang melarangnya.

"Orang Kristen ini pasti tumbuh di lingkungan orang Islam yang menghormati keyakinan mereka, dan membiarkan mereka beribadah tanpa diganggu.

Bukan ditempat dimana mau bangun satu gereja saja, ada puluhan stempel dewan masjid yang melarangnya..." tukuk Denny, sembari melampirkan berita media online terkait kecaman umat kristen Arab kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Berita media online nasional tersebut mengungkap umat Kristen di Arab pada Minggu, 25 Oktober 2020 turut mengutuk pernyataan otoritas Perancis yang dianggap menghina Islam dan Nabi Muhammad.

(by)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...

Enter your email address. Its free!

Delivered by FeedBurner

Komentar Anda:

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *