Momentum Peringatakan Sumpah Pemuda ke 92, Sejumlah Ketua OKP Kritik Pemko Padang

BENTENGSUMBAR.COM - Pada momentum memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun 2020 ini, sejumla ketua Organisasi Kepemudaan (OKP) di kota Padang mengkritisi pemerintah Kota Padang. Menurut mereka, selama ini terjadi hubungan yang kurang sinergi antara Pemerintah Kota Padang dengan pemuda.

OKP yang melontarkan kritik tajam tersebut adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Pergerakan Mahasiswa Muslimin Indonesia (PMII).

Ketua Umum PMII Kota Padang Nuki Suseno mengungkapkan, mereka mengkritisi Pemerintah Kota Padang yang tidak memberikan perhatian kepada pemuda, terkhusus organisasi kepemudaan di Kota Padang hari ini.

"Kita melihat dan menyayangkan Pemerintah Kota Padang hari ini tidak memberikan ruang kepada organisasi kepemudaan, dalam hal ini sinergitas antara organisasi kepemudaan dan Pemerintah Kota Padang," tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Muhammad Nazif menyampaikan, peran pemuda dalam pembangunan dan kemajuan Kota Padang sangatlah penting. Pemerintah Kota Padang harusnya memaksimalkan potensi setiap pemuda untuk kemajuan Kota Padang. 

"Akan tetapi Pemerintah Kota Padang sejauh ini sama sekali tidak ada memberikan ruang kepada Organisasi Kepemudaan untuk besenergi dalam membangun serta kemajuan Kota Padang. Hal ini saya sampaikan, agar pemerintah mengevaluasi kebijakan pemerintah kota harus lebih memperhatikan potensi Organisasi Kepemudaan," cakapnya dengan penuh semangat.

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Wendi Ahmad Wahyudi menegaskan, selama dua tahun terakhir ini, Pemerintah Kota Padang cenderung abai terhadap Organisasi Kepemudaan. Tidak adanya ruang bagi keterlibatan Organisasi Kepemudaan dalam hal program-program kepemudaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Padang.

"Selama ini kita hanya dihadirkan pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya hanya seremonial saja. Ya, seperti yang terjadi pada kegiatan puncak acara Peringatan Sumpah Pemuda ke-92 yang diselenggarakan ini. Tentu Kita sangat menyayangkan hal itu," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Padang Rahmaddian mengatakan, Kota Padang sebagai ibukota dari Provinsi Sumbar harus melibatkan pemuda dalam setiap kebijakan yang dilakukan, bukan malah mengabaikan peran pemuda. 

"Karena sejarah telah mencatat bahwa kontribusi pemuda telah memberikan sumbangsih besar terhadap perjalanan sebuah bangsa baik dari segi ide, gagasan dan tindakan," ujarnya.

Tak mau kalah, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Syukran Novri Arpan mengharapkan, ke depan pemerintah Kota Padang bisa mewadahi dan berkaloborasi dengan organisasi kepemudaan di kota Padang untuk membangun kota ini.

(buya/kuya)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »