Headline

Opini

Padang

Sports

Fadli Zon soal Reshuffle Kabinet: Saya Tak Mungkin Jadi Menteri Jokowi

          Fadli Zon soal Reshuffle Kabinet: Saya Tak Mungkin Jadi Menteri Jokowi
Waketum Gerindra Fadli Zon turut mengomentari soal isu perombakan kabinet itu.

Fadli Zon soal Reshuffle Kabinet: Saya Tak Mungkin Jadi Menteri Jokowi
BENTENGSUMBAR.COM - Isu reshuffle kabinet Presiden Jokowi terus bergulir usai dibentuknya Kementerian Investasi dan peleburan Kemenristek dan Kemendikbud. 


Waketum Gerindra Fadli Zon turut mengomentari soal isu perombakan kabinet itu. Fadli mengatakan sebenarnya reshuffle kabinet baru dilakukan Desember 2020 lalu. 


Dia pun mempertanyakan apakah ada yang salah dari kabinet jika reshuffle kabinet dilakukan dalam waktu berdekatan.


"Sebenarnya reshuffle baru dilakukan pada bulan Desember lalu ya hari Rabu. Nah itu kan baru beberapa bulan apakah ada sesuatu yang salah dalam jangka waktu yang sangat pendek dalam waktu hanya waktu april-mei ini masih kurang dari 6 bulan," kata Fadli dalam diskusi 'Jangan Pegel Nunggu Reshuffle', Sabtu, 24 April 2021.


Saat ditanya kans dirinya menjadi menteri Jokowi, Fadli mengatakan hal itu tak mungkin terjadi. Sebab, dirinya sudah dianggap sebagai tukang kritik dan tak pernah berniat sama sekali.


"Enggaklah. Enggak mungkin. Saya ini kan dianggap tukang kritik, mungkin terlintas pun tidak. Saya enggak pernah ada niatan sama sekali," ujarnya.


Fadli tak ingin berandai-andi jika suatu saat Ketum Prabowo Subianto menugaskannya masuk ke dalam kabinet Jokowi.


"Enggaklah. Saya kira enggak usah berandai-andai," ucapnya.


Saat ini, anggota komisi I DPR itu menuturkan lebih baik Jokowi memilih orang yang terbaik di bidang yang dibutuhkan. Menurutnya, semakin mumpuni calon menteri, maka pekerjaan Jokowi semakin mudah.


"Lebih baik cari orang-orang terbaik di bidangnya itu yang menurut saya penting. Menteri ini kan pembantu Presiden, makin banyak orang profesional di bidangnya maka kerja Presiden semakin mudah. Makin banyak yang coba-coba itu akan menjadi beban bagi Presiden," tutup dia.


(*)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...