Opini

Parlemen

Sports

Jangan Main-main! Ternyata Habib Rizieq Masih Keturunan Jawara Betawi Pitung, Begini Silsilahnya

          Jangan Main-main! Ternyata Habib Rizieq Masih Keturunan Jawara Betawi Pitung, Begini Silsilahnya
Ternyata Habib Rizieq Masih Keturunan Jawara Betawi Pitung, Begini Silsilahnya.

Jangan Main-main! Ternyata Habib Rizieq Masih Keturunan Jawara Betawi Pitung, Begini Silsilahnya
BENTENGSUMBAR.COM - Sudah menjadi rahasia umum kalau mantan pentolan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW, tapi tentu hanya segelintir orang yang mengetahui kalau ternyata Habib Rizieq masih mewarisi keturunan darah dari jawara Betawi, Pitung.


Perihal Habib Rizieq merupakan cucu alias keturunan dari Rasulullah SAW dibenarkan langsung oleh Ketua Lembaga Pencatatan Nasab Makhtab Addaimi Rabithah Alawiyah, Ustaz Ahmad Alatas.


Apabila menruntut garis keturunan sampai istri Nabi Muhammad yakni Fatimah Az Zahra AS, maka Habib Rizieq merupakan keturunan ke-38.


Adapun silsilah atau nasab Rizieq Shihab yang tercatat dala detail personel Makhtab Addaimi yang diterbitkan 8 September 2003 dengan nomor ID nasab 19176. Berikut silsilahnya:


Fatimah Az Zahra AS binti Muhammad SAW.

Al Husein AS bin Fatimah

Ali Zainal Abidin AS bin Al Husein AS

Muhammad al-Baqir AS bin Ali Zainal Abidin AS

Jafar Ash Shadiq AS bin Muhammad Al Baqir

Ali Uraidhy bin Jafar

Muhammad an Nagieb

Isa Arrumi

Ahmad Almuhajir

Ubaidillah

Alwi Alawiyyin

Alwi bin Muhammad

Ali (khali’ qasam)

Muhammad (Shohib Marbath)

Ali bin Muhammad

Muhammad (Al Faqih Al Muqoddam)

Alwi (Al Ghayyur)

Ali bin Alwi

Muhammad (Al Mauladawilah)

Abdurrahman (Assegaf)

Syaikh Abubakar (Assakran)

Ali (Shohib Al Wirid Al Al Sakran)

Abdurrahman bin Ali

Syahabudin (Al Akbar)

Abdurrahman (Al Qhodi) (2/190)

Syahabudin (Al Asghor) (2/212)

Muhammad (2/212) bin Syahabudin

Ali bin Muhammad

Muhammad bin Ali (2/221)

Syaich bin Muhammad

Muhammad bin Syaich

Husein bin Muhammad

Abdullah bin Muhammad

Husein bin Abdullah

Muhammad bin Abdullah

Husein bin Muhammad

Muhammad Rizieq Shihab


Menyadur dari Era, Habib Rizieq merupakan anak dari perkawinan Hussein Shihab dan Sidah Alatas. Dia dilahirkan di Jakarta pada 24 Agustus 1965 silam. Kedua orangtuanya merupakan orang Betawi keturunan Hadhrami, sekelompok penduduk nomaden yang berasal dari wilayah Hadhramaut, Yaman.


Ayahnya, Habib Husein bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Shaikh bin Muhammad Shihab (lahir sekitar 1920) adalah salah seorang pendiri Gerakan Pandu Arab Indonesia yang didirikan bersama teman-temannya pada tahun 1937.


Pandu Arab Indonesia adalah sebuah perkumpulan kepanduan yang didirikan oleh orang Indonesia berketurunan Arab yang berada di Jakarta, yang selanjutnya berganti nama menjadi Pandu Islam Indonesia (PII).


Ayahnya wafat pada tahun 1966 saat Rizieq berusia 11 bulan, sehingga sejak saat itu ia hanya diasuh oleh ibunya, Syarifah Sidah, dan tidak dididik di pesantren. Baru setelah berusia empat tahun ia mulai rajin mengaji di masjid-masjid dekat rumahnya.


Sebagai orang tua tunggal, ibunya yang bekerja sebagai penjahit pakaian dan perias pengantin juga sangat memperhatikan pendidikan Rizieq serta membimbingnya dengan pendidikan agama.


Keturunan Jawara Betawi Si Pitung


Usut punya usut, garis keturunan Habib Rizieq yang berasal dari jawara Betawi bernama Si Pitung disebut sesuai dengan sejarah kisah kehidupan leluhurnya.


Terkait informasi yang menyebut bahwa Habib Rizieq merupakan keturunan legenda dari tanah Betawi Si Pitung merujuk pada asal usul pernikahan kakek dan nenek Habib Rizieq.


Dikisahan dalam sebuah peristiwa, kakek Habib Rizieq yakni Muhammad Shihab yang punya sebuah delman bertrayek dari Tanah Abang ke Kebayoran Lama diganggu oleh preman yang mengaku anak buah Si Pitung.


Kemudian, Muhammad Shihab (yang merupakan pemilik ratusan delman dan istal kuda di depan Rumah Sakit Pelni) langsung menemui Si Pitung yang merasa tidak senang karena usahanya diganggu oleh preman yang mengklaim sebagai anak buah Pitung.


Rupanya pertemuan itu malah membuat dua tokoh Betawi tersebut menjadi akrab. Akhirnya, Muhammad Shihab dinikahkan dengan keponakan Pitung dari Kebon Nanas, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.


Hal senada juga diungkapkan sejarawan Betawi, Alwi Shahab. Dia mengungkapkan bahwa memang Habib Rizieq masih keturunan si Pitung, jagoan Betawi dari awal abad ke-20.


Keturunan tersebut berasal dari kakek Habib Rizieq yakni Muhammad Syihab, dijodohkan dengan kerabat dekat Pitung. Dari perkawinan itu, lahir Hussein Syihab, ayah Rizieq.


“Entah anaknya atau keponakannya,” kata Alwi Shahab, seperti dikutip dari tempo.co.


Kendati demikian, soal kisah dan keberadaan Si Pitung hingga kini masih jadi perdebatan. Sejumlah pihak menilai tokoh tersebut hanya legenda berupa mitos belaka. Sedangkan lainnya percaya bahwa Si Pitung memang pernah hidup pada zamannya.


Cerita itu sendiri berkembang di masyarakat Si Pitung lahir, tepatnya di kampung Pengumben, sebuah permukiman kumuh di Rawabelong, dekat Stasiun Palmerah sekarang ini.


Putra keempat pasangan Bang Piung dan Mbak Pinah ini bernama asli Salihoen. Menurut riwayat lisan, julukan “Si Pitung” berasal dari frasa Jawa “pituan pitulung” yang berarti “tujuh sekawan tolong-menolong”. Semasa kanak-kanak, Salihoen berguru di pesantren Hadji Naipin, tempat ia diajari mengaji, dilatih pencak silat, dan dibiasakan untuk selalu waspada terhadap keadaan di sekitarnya.


Pada dasarnya ada tiga versi kisah Si Pitung yang beredar di tengah masyarakat, yakni versi Indonesia, Belanda, dan Cina. Masing-masing versi menyoroti pribadi Si Pitung dengan penilaian tersendiri. Si Pitung disanjung sebagai pahlawan dalam versi Indonesia, tetapi dikecam sebagai penjahat dalam versi Belanda.


Hikayat Si Pitung dituturkan masyarakat Indonesia hingga saat ini, sehingga menjadi bagian dari legenda serta warisan budaya Betawi pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Hikayat Si Pitung kadang-kadang dituturkan dalam bentuk rancak (sejenis balada), syair, atau cerita Lenong. Dalam versi Koesasi (1992), Si Pitung dicitrakan sebagai tokoh Betawi yang merakyat, seorang muslim yang saleh, dan suri teladan bagi penegakan keadilan sosial.


Source: Hops.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...