Headline

Opini

Parlemen

Sports

Peluang Kerja ke Luar Negeri, Ini Kata Wakil Bupati Limapuluh Kota

          Peluang Kerja ke Luar Negeri, Ini Kata Wakil Bupati Limapuluh Kota
Peluang Kerja ke Luar Negeri, Ini Kata Wakil Bupati Limapuluh Kota.
BENTENGSUMBAR.COM - Kepedulian pemerintah terhadap pekerja migran Indonesia hal ini didukung oleh Dinas Perindustrian Kabupaten Limapuluh Kota, provinsi Sumatra Barat (Sumbar) dalam mensosialisasikan peluang kerja di luar negeri. 

Hal itu dikatakan Wakil Bupati Limapuluh Kota Rizki Kurniawan Nakasri ketika menghadiri malam penerimaan penghargaan dari Perhimpunan Pengusaha Penempatan Migran Indonesia (PERPEMINDO) dan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi peluang kerja ke luar negeri dan pembinaan kelembambagaan penempatan di Provinsi Bali, Selasa, 27 April 2021.

Dikatakan Rizki, melalui kegiatan itu pemerintah daerah mengetahui bahwa ada peluang ratusan ribu pekerjaan di luar negeri dengan pendapatan tinggi. Misalnya bekerja di Jepang dengan gaji minimal Rp. 20 jutaan. 

“Bahkan untuk Jepang saja, Indonesia diberi kuota mengirimkan 70.000 tenaga kerja hingga tahun 2024. Dari sekian banyak kuota tersebut baru terpenuhi sekitar 3.000 orang. Tidak jepang saja, Eropa, Amerika, Taiwan, Timur Tengah, dan Australia. Semuanya dengan gaji menggiurkan,” kata Rizki ketika dihubungi awak media.

Ditambahkannya, ada dua manfaat yang kita terima ketika mendorong peluang ini. Pertama, mengurangi jumlah pengangguran yang otomatis meningkatkan kesejahteraan. 

Kedua, meningkatkan jumlah perputaran uang di daerah. Setiap warga yang bekerja ke luar negeri, mayoritas akan mengirimkan uang setiap bulan kepada keluarganya. 

Uang tersebut akan diinvestasikan atau ditabung. Inilah tujuan utama pemerintahan daerah. 

“Program ini perlu didukung dengan anggaran. Warga Limapuluh Kota yang berniat bekerja ke luar negeri akan dibantu biaya pelatihannya,” ungkap Rizki.

Lanjut menurut Rizki, hal ini sejalan dengan visi dan misi kepala daerah untuk mendongkrak sektor pariwisata sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Dengan konsep wisata berbasis kampung-kampung bahasa. Misalnya kampung Jepang, Kampung Inggris. 

“Di kampung-kampung itu calon pekerja migran akan berlatih bahasa. Dengan pengelolaan serius maka peminatnya tidak hanya warga Limapuluh Kota. Ini terbuka untuk semua. Bagi yang berminat dapat menghubungi dinas perindustrian dan tenaga kerja Limapuluh Kota,” tutup Rizki. 

Laporan: Hermiko
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...