Opini

Parlemen

Sports

Rizieq Tutupi Hasil Tes Covid-19 Agar Tak Diteror Buzzer, Yusuf Muhammad: Kirain Cuma Takut Allah

          Rizieq Tutupi Hasil Tes Covid-19 Agar Tak Diteror Buzzer, Yusuf Muhammad: Kirain Cuma Takut Allah
Yusuf Muhammad menanggapi Rizieq Shihab yang mengatakan bahwa ia menutupi hasil tes Covid-19 miliknya dari publik untuk menghindari teror buzzer.

Rizieq Tutupi Hasil Tes Covid-19 Agar Tak Diteror Buzzer, Yusuf Muhammad: Kirain Cuma Takut Allah
BENTENGSUMBAR.COM - Yusuf Muhammad pegiat media sosial menanggapi Rizieq Shihab yang mengatakan bahwa ia menutupi hasil tes Covid-19 miliknya dari publik untuk menghindari teror buzzer.


Yusuf Muhammad menyindir bahwa ia mengira Rizieq hanya takut pada Allah, namun ternyata juga takut pada buzzer.


“Kirain cuma takut sama Allah, ternyata takut sama buzzer. Padahal sudah punya MCA dan lain,” kata Yusuf Muhammad melalui akun Twitternya pada Raby, 21 April 2021.


Sebelumnya, Rizieq Shihab buka-bukaan soal surat yang dia buat untuk tidak membuka hasil tes Corona (COVID-19) miliknya ke publik.


Hal itu ia sampaikan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Cakung, Jaktim, pada Rabu, 21 April 2021.


“Tadi itu dokter sudah ditunjukkan surat dari penuntut umum, surat yang saya buat. Sebetulnya surat itu tidak butuh lagi pembuktian saksi karena saya sudah mengakui. Ya, saya buat surat. Ya, saya tanda tangan. Saya yang melarang itu tim medis maupun dokter untuk membuka hasil lab atau hasil pemeriksaan saya kepada pihak mana pun. Ya,” tegas Rizieq, dilansir dari Detik News.


Rizieq mengatakan bahwa keputusannya untuk menutup informasi kesehatannya itu dilindungi oleh Undang-Undang.


“Jadi tidak boleh ada yang buka hasil pemeriksaan saya kecuali seizin saya. Kalau izin saya silakan untuk dibuka dan disampaikan dr Sarbini saya dilindungi UU Kesehatan dan UU Kedokteran bahwa saja menjaga,” ujarnya.


Adapun alasan Rizieq menutupi hasilnya yaitu karena ia tidak ingin hal itu dipolitisasi.


Rizieq mengklaim bahwa ia mau membuka kepada pihak yang datang baik-baik kepadanya. Namun jika harus dibuka ke publik, ia mengkhawatirkan serangan dari buzzer.


“Kenapa saya menjaga, karena saya tidak mau data-data saya dipolitisir oleh siapapun. Sebetulnya kalau pihak luar datang baik-baik, nanya baik-baik, saya berikan,” ucap Rizieq.


“Tapi kalau kemudian diteror dengan buzzer-buzzer, buzzer dikerahkan, itu dikatakan Habib Rizieq sudah mampus, sudah kronis, sudah kritis, sudah koma, Habib Rizieq ini tinggal nunggu matinya, ini apa,” sambungnya.


Source: makassar.terkini.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...