Opini

Parlemen

Sports

Silaen: Apa Iya? Butuh 2 Menteri Jokowi Untuk Hadang Kemenangan ANB?

          Silaen: Apa Iya? Butuh 2 Menteri Jokowi Untuk Hadang Kemenangan ANB?
Foto Samuel F Silaen.
BENTENGSUMBAR.COM - Ibarat pertandingan tinju, sebelum tinju digelar maka terjadi pemanasan yang lazim disebut warming-up dalam bentuk perang agitasi dan propaganda untuk melemahkan mental, semangat dan sistem pertahanan sisi lawan.

"Dalam dunia suksesor politik juga terjadi hal demikian, begitu juga yang sedang terjadi dengan pelaksanaan Munas kadin Indonesia yang semakin mendekat pada tanggal 2- 4 Juni di Bali, maka tensi perdebatan dan perang urat syaraf pun semakin kompleks dan masif terjadi diberbagai kesempatan," kata Wakomtap Wilayah Tengah Kadin Indonesia, Samuel F Silaen, kepada wartawan, Rabu, 18 Mei 2021.

Menurutnya, perang propaganda terbuka ataupun tertutup dilakukan disetiap ada kesempatan, lewat sarana dan prasarana yang ada misalnya WhatsApp dan media sosial lainnya.

"Kerasnya medan 'pertempuran' makin terasa karena ada 2 orang menteri Jokowi, inisialnya ML dan BL terlibat aktif dan terbuka ditimses ARS, untuk membendung kemenangan ANB, 2 menteri itu berharap dengan turunnya mereka dapat melemahkan dukungan pemilik suara yakni kadin daerah dan asosiasi pemilik suara," jelas kader HIPMI Jaya itu.

Dikatakannya, kehadiran 2 menteri Jokowi tak akan menyurutkan semangat dan dukungan daerah yang sudah memiliki kedekatan hubungan emosional yang berjalan cukup lama, karena ANB sudah berproses selama kurang lebih tiga periode kepengurusan kadin Indonesia.

"Perdebatan soal remeh- temeh dikulik habis diantara kedua Timses ANB dan ARS, dua menteri die hard nya Caketum ARS, ML dan BL yang juga merupakan senior tua dan muda HIPMI itu, secara terbuka ikutan perang agitasi, seword dan propaganda untuk mendukung ARS diberbagai kesempatan," papar pria yang juga pengamat politik Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA) itu.

"Pertanyaannya, ada apa kedua menteri Jokowi itu begitu ngotot mendukung ARS, dalam giat kepresidenan saja ARS diatur sedemikian rupa agar bisa dekat dengan presiden RI," ujar mantan fungsionaris BPP HIPMI.

Orang awampun bergumam, dua menteri sudah berlebihan ikut intervensi, dalam Munas kadin Indonesia yang akan sebentar lagi dilaksanakan itu. "Mata publik, terutama dilingkungan Kadin keliatan sangat tidak elok, perilaku berlebihan dipertontonkan secara kasat mata," kritik aktivis organisasi kepemudaan itu.

Apalagi kedua menteri itu digaji dari uang rakyat dengan segala fasilitas yang melekat pada dirinya. Ketika kedua menteri itu turun ke daerah mengawal Caketum ARS jangan sampai sang menteri melakukan tindakan abius power. Yang jadi pertanyaan selanjutnya, ada apa dengan 2 menteri Jokowi yang notabene adalah sesama kader HIPMI.

"Sampai- sampai 2 pembantu presiden Jokowi itu secara terbuka ikutan cawe- cawe di Munas kadin Indonesia itu. Apa kurang kerjaan sehingga harus ikut mengawal ketika Caketum ARS turun ke daerah?" katanya.

Publik melihat tingkah kedua menteri Jokowi itu seperti dibiarkan menari-nari dimunas Kadin Indonesia ini. "Apakah tupoksinya demikian. Kalau tidak terbuka sih itu hak pribadi yang tentunya dapat dimaklumi," ujarnya.

"Apa tujuan dan maksud 2 menteri Jokowi itu terlibat aktif dan instensif mengawal ARS ke setiap daerah yang dikunjunginya. Apa sebelumnya pernah terjadi di Munas kadin Indonesia," tanyanya.

"Apa Kadin Indonesia ini lebih penting dari jabatan pembantu presiden RI? Ini jadi pertanyaan yang perlu diklarifikasi oleh kedua menteri Jokowi itu. Atau ada gula- gula yang sedang di incar oleh kedua menteri yang juga kader HIPMI itu," tanya Silaen.

Menurutnya, soal pencapaian kedua kader HIPMI itu sudah tak perlu diragukan lagi, secara ML itu sudah pernah Dubes, menteri 2 kali pada masa SBY dan sekarang menteri di periode Jokowi ini. "Apalagi yang mereka ingin capai? Mau maju capres? Kok mainnya di Kadin Indonesia? Harusnya main di partai politik donkk," kritik alumni Lemhanas Pemuda tahun 2009 itu.

Yang pasti ada udang dibalik batu, karena sepandai-pandai mereka berkelit maka akan ketahuan juga. "Apakah presiden Jokowi restui permainan politik yang sedang dilakukan oleh pembantunya itu?" tanyanya.

"Kemenangan ANB tidak terbendung karena dukungan kadin daerah yang memiliki militansi dan ikatan emosional yang sudah terbangun lama," pungkas Silaen.

(Ogah)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...