Headline

Opini

Parlemen

Sports

Tolak Uji Wawasan Kebangsaan KPK, Novel Tunjukkan Sikap Arogan

          Tolak Uji Wawasan Kebangsaan KPK, Novel Tunjukkan Sikap Arogan
Tolak Uji Wawasan Kebangsaan KPK, Novel Tunjukkan Sikap Arogan.

Tolak Uji Wawasan Kebangsaan KPK, Novel Tunjukkan Sikap Arogan
BENTENGSUMBAR.COM - Pengamat komunikasi Ade Armando menilai bahwa uji wawasan kebangsaan penting untuk diberikan kepada para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Pasalnya, tes tersebut diberikan di dalam kondisi adanya ancaman riil dari Islamis radikal.


“Ujian serupa seharusnya dilakukan di banyak lembaga strategis lain, termasuk di Universitas Indonesia, tempat saya mengajar,” ujarnya dalam video di kanal YouTube CokroTV, Sabtu, 8 Mei 2021. 


Selain itu, Ade mengatakan bahwa penyidik senior Novel Baswedan dan 74 pegawai KPK lainnya yang tidak lolos uji wawasan kebangsaan kemungkinan besar memberikan jawaban meragukan dalam tes tersebut.


“Mereka sangat mungkin memberikan jawaban yang menunjukkan rendahnya komitmen kebangsaan mereka,” katanya. 


Akademisi UI itu pun menyayangkan narasi yang menggambar seolah-olah isi ujian tersebut dirancang untuk menghabisi Novel dan kawan-kawannya.


Menurut Ade, Novel juga menuduh bahwa ada permainan di belakang ujian tersebut. Novel juga tak segan mengungkapkan sebagian isi wawancara. Dia bercerita dirinya ditanya soal orang-orang KPK yang liar dan tidak terkendali oleh pemimpin. 


“Namun, cerita ini sudah lama saya dengar. Sudah lama tersiar informasi bahwa ada pegawai KPK yang menggunakan data yang terkumpul di lembaganya untuk memeras orang-orang yang diduga terlibat dalam aksi korupsi,” ungkapnya.


Ade memaparkan bahwa Novel justru menguliahi para penguji, bukan menjawab pertanyaan yang diberikan. 


“Katanya ‘Saya sudah dengar itu sejak lama, tapi Anda sebagai pewawancara, mengapa termakan isu itu? Coba kalian gambarkan tindakannya apa. Harus konkret. Coba konstruksikan. Saya pastikan Anda gagal, karena itu hoaks’,” paparnya. 


Ade menilai bahwa jawaban yang diberikan Novel menggambarkan betapa arogan sang penyidik senior KPK itu.


“Sebab, kalau pertanyaan itu sudah diangkat oleh tim penguji dari beragam lembaga terhormat, itu pasti bukan pertanyaan yang hanya mengandalkan hoaks,” tuturnya.


Source: GenPI.co

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...