Headline

Opini

SOROT

Sports

Jalur Sepeda Rp28 M DKI Mau Dibongkar, Denny Siregar: Bahagia Warganya, Kaya Kontraktornya

          Jalur Sepeda Rp28 M DKI Mau Dibongkar, Denny Siregar: Bahagia Warganya, Kaya Kontraktornya
Jalur Sepeda Rp28 M DKI Mau Dibongkar, Denny Siregar Sebut Bahagia Warganya, Kaya Kontraktornya.

Jalur Sepeda Rp28 M DKI Mau Dibongkar, Denny Siregar: Bahagia Warganya, Kaya Kontraktornya
BENTENGSUMBAR.COM - Jalur sepeda yang dibangun pemerintah DKI Jakarta dengan anggaran Rp28 miliar berpeluang dibongkar setelah Kapolri setuju.


Itu membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapat cibiran dari sejumlah buzzer. Salah satunya Denny Siregar.


Cibiran ini disampaikan lantaran pembongkaran jalur bukan yang pertama kalinya dilakukan. Itu juga mencerminkan adanya perencanaan yang kurang matang saat membangun jalur tersebut.


” 28 miliar rupiah, men.. Akhirnya harus dibongkar. Bahagia warganya, kaya kontraktornya,” tulis Denny lewat Twitter.


Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menyampaikan setuju jalur sepeda permanen di ruas Jalan Sudirman-Jalan Thamrin dibongkar. Listyo menyampaikan itu merespons usulan dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.


Diketahui, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan Rp28 miliar untuk membuat jalur sepeda permanen sepanjang 11,2 kilometer tersebut.


“Kami setuju masalah yang permanen itu dibongkar saja,” kata Listyo dalam Rapat Kerja di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu 16 Juni 2021.


Listyo mengungkapkan, bahwa polisi masih terus mencari formula yang cocok untuk menggantikan jalur sepeda permanen di ruas jalan Sudirman-Thamrin. Polri akan melakukan studi banding ke negara luar dalam waktu dekat.


Studi banding dilakukan untuk melihat pengaturan perihal rute sepeda, baik yang digunakan untuk berangkat kerja ataupun berolahraga.


Terkait keberadaan jalur sepeda di DKI Jakarta, Listyo mengatakan Polri akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Pemprov DKI Jakarta.


“Para Kapolda di seluruh wilayah juga melakukan hal yang sama. Sehingga kemudian jalur sepeda bagi masyarakat tetap ada. Jamnya dibatasi sehingga tidak mengganggu para peguna dan moda-moda lain yang memanfaatkan jalur tersebut,” ujar Listyo.


Sebelumnya, Sahroni meminta Listyo mengevaluasi dan mengkaji ulang keberadaan jalur sepeda permanen di Jalan Sudirman-Thamrin. Ia meminta keberadaan jalan sepeda itu tidak menjadi diskriminasi terhadap pengguna jalan lain.


Sahroni menngaku tidak ingin ada isu tentang diskriminasi antara pengguna jalan, bahkan antara pengguna sepeda jenis lainnya seperti road bike atau sepeda lipat.


“Jangan sampai nanti jalur permanen semua pelaku hobi motor bikin minta juga kepada pemerintah jalur motor khusus kaya Harley dan superbike,” kata Sahroni.


Berangkat dari itu, Sahroni meminta Kapolri melalui Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri melakukan kajian ulang. Bila perlu, ia menilai, jalur sepeda permanen di Sudirman-Thamrin dibongkar agar tidak menimbulkan diskriminasi.


“Mohon kiranya pak kapolri dengan jajarannya terutama ada korlantas di sini untuk menyikapi jalur permanen dikaji ulang. Bila perlu dibongkar dan semua pelaku jalan bisa menggunakan jalan tersebut,” kata Sahroni.


“Bilamana ada risiko ditanggung masing-masing di jalan yang ada di Sudirman-Thamrin,” imbuhnya.


Sumber: terkini.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...