Headline

Opini

SOROT

Sports

Jusuf Kalla Kaitkan Agama dengan Kekayaan, Profesor Musni Umar: Fakta yang Menyedihkan

          Jusuf Kalla Kaitkan Agama dengan Kekayaan, Profesor Musni Umar: Fakta yang Menyedihkan
Jusuf Kalla Kaitkan Agama dengan Kekayaan, Profesor Musni Umar Sebut Fakta yang Menyedihkan.

Jusuf Kalla Kaitkan Agama dengan Kekayaan, Profesor Musni Umar: Fakta yang Menyedihkan
BENTENGSUMBAR.COM - Profesor Musni Umar menanggapi pernyataan Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla alias JK yang mengaitkan antara agama dengan kekayaan.


Profesor Musni Umar lewat cuitannya di Twitter, Rabu 16 Juni 2021, menilai pernyataan Jusuf Kalla tersebut merupakan fakta yang sangat menyedihkan.


Selain itu, Rektor Universitas Ibnu Chaldun ini juga menilai apa yang disampaikan JK soal ekonomi umat pincang dengan memberi contoh dari 10 orang kaya hanya satu yang beragama muslim adalah sebuah kebenaran.


“Pernyataan Pak JK merupakan fakta yang amat menyedihkan. Pak JK kemukakan kebenaran,” cuit Profesor Musni Umar.


Menurut profesor sosiologis ini, untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh umat hampir mustahil lantaran demokrasi di Indonesia saat ini kental akan nuansa perselingkuhan penguasa politik dan ekonomi.


Lantaran hal itu, kata Musni, demokrasi di sektor ekonomi umat juga tidak bisa terwujud.


“Untuk mewujudkan keadilan hampir mustahil karena dalam pelaksanaan demokrasi selalu terjadi perselingkuhan penguasa politik dan penguasa ekonomi. Akibatnya demokrasi ekonomi tidak bisa diwujudkan,” tuturnya.


Sebelumnya, Wakil Presiden RI ke-10 Jusuf Kalla (JK) menilai ekonomi umat Islam di Indonesia saat ini pincang. Ia pun mencontohkan, dari 10 orang kaya hanya satu yang agama muslim.


“Dari sisi ekonomi apabila ada 10 orang kaya, maka paling tinggi 1 orang muslim. Tapi apabila 100 orang miskin, setidaknya 90 umat yang miskin. Jadi pincang keadaan ekonomi kita,” ujar Jusuf Kalla, Senin 14 Juni 2021 seperti dikutip dari CNN Indonesia.


Pernyataan tersebut disampaikan JK dalam acara silaturahmi yang digelar Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) baru-baru ini.


Pada kesempatan itu, ia juga menyerukan kepada umat muslim untuk hijrah. Namun, kata JK, bukan hijrah dalam definisi saling membunuh dan menebar konflik melainkan hijrah untuk memperbaiki kondisi ekonomi.


Sebab, menurut Jusuf Kalla, dengan cara itulah ekonomi Indonesia bisa membaik, yang akan setali dengan peningkatan ekonomi umat Islam.


“Bagaimana kita mengangkat diri kita sendiri memberikan semangat agar ekonomi kita. Karena kalau ekonomi nasional sejahtera tentu 99 persen, umat juga sejahtera,” ujarnya.


Sumber: terkini.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...