Headline

Opini

Parlemen

Sports

Kapasitas Puan Sebagai Kandidat Capres Tak Perlu Diragukan,Tapi Harus Diyakinkan ke Masyarakat

          Kapasitas Puan Sebagai Kandidat Capres Tak Perlu Diragukan,Tapi Harus Diyakinkan ke Masyarakat
Kapasitas Puan Sebagai Kandidat Capres Tak Perlu Diragukan,Tapi Harus Diyakinkan ke Masyarakat.

Kapasitas Puan Sebagai Kandidat Capres Tak Perlu Diragukan,Tapi Harus Diyakinkan ke Masyarakat
BENTENGSUMBAR.COM - Pemilihan presiden dan wakil presiden masih cukup lama yakni akan digelar pada 2024 mendatang.


Namun saat ini, berita mengenai kandidat yang diprediksi akan tampil dalam pilpres sudah mulai menghangat.


Sejumlah lembaga survey sudah memunculkan tokoh-tokoh yang layak untuk maju di Pilpres 2024 mendatang.


Mulai dari Anies Baswedan, Prabowo Subianto, Puan Maharani hingga Ganjar Pranowo.


Namun pemberintaan yang terhangat mengenai Pilpres 2024 datang dari partai penguasa, PDIP.


Salah satu kader PDIP, Puan Maharani disebut menjadi salah satu kandidat capres di Pilpres 2024 mendatang.


Menyikapi hal itu, pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, tidak ada yang dapat meragukan kapasitas Ketua DPP PDI-P Puan Maharani sehingga kerap disebut sebagai calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) dari PDI-P.


Ia mengatakan bahwa kapasitas Puan terlihat dari berbagai pengalamannya di politik, baik itu pemerintah selaku eksekutif, maupun legislatif.


"Dengan pengalaman Bu Puan yang komplit di pemerintahan, misalnya di legislatif pernah, eksekutif pernah.


Kemudian di pengurus parpol juga sebagai salah satu yang termasuk jajaran petinggi parpol," kata Hendri saat dihubungi Kompas.com, Rabu, 2 Juni 2021.


"Sehingga kita tidak punya alasan untuk meragukan kapasitasnya Puan Maharani," sambung dia.


Oleh karena itu, Hendri berpendapat bahwa Puan telah menyelesaikan kapasitas yang dimiliki untuk maju sebagai capres ataupun cawapres.


Namun, ada satu hal yang ditekankan oleh Hendri apabila Puan ingin serius maju dalam Pilpres 2024 yaitu bagaimana caranya meyakinkan masyarakat.


"Hanya saja kemampuan dan kapasitas Puan ini yang harus diyakinkan ke masyarakat. Caranya ya harus melakukan komunikasi dan sosialisasi," ucapnya.


Sebab, Hendri menilai tidak mudah meyakinkan masyarakat untuk mengakui kemampuan dan kapasitas yang dimiliki.


Dia menambahkan, kapasitas dan kemampuan seseorang juga jangan dinilai terlalu mudah untuk mendapat suara dari masyarakat.


"Maka harus ada pengenalan-pengenalan atau komunikasi itu kepada masyarakat," tutur Hendri.


Di sisi lain, Hendri juga menyinggung terkait nama Puan yang kerap disebut sebagai calon dari PDI-P.


Menurutnya, bukan tidak mungkin hanya ada satu nama yang akan muncul dari PDI-P untuk diusung sebagai capres atau cawapres.


Pasalnya, ia menilai bahwa telah menjadi budaya partai berlambang kepala banteng moncong putih itu mengusung satu nama untuk Pilpres.


"PDI Perjuangan memang budaya pencapresannya ke satu nama saja. Walaupun bisa berubah di ujung, tapi dalam perjalanannya selalu satu suara. Misalnya, Bu Mega, selalu satu nama," terangnya.


Sebelumnya, nama Puan Maharani kerap muncul dalam bursa capres atau cawapres 2024.


Nama Ketua DPR RI itu juga disebut sejumlah partai akan diduetkan dengan kader partainya.


Kabar beredarnya Puan maju di Pilpres merebak setelah muncul politisi PDI-P itu diduetkan dengan beberapa petinggi partai.


Contohnya, publik sempat dihebohkan ketika Puan diisukan akan berduet dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani.


Lalu, nama Puan juga muncul akan diduetkan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang disampaikan oleh politisi PDI-P Effendi Simbolon.


Terbaru, Puan juga akan diduetkan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.


Hal itu terungkap ketika Ketua DPP PKB Faisol Riza mengatakan, PKB mendorong Ketua DPP PDI Perjuangan (PDI-P) Puan Maharani dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar untuk berpasangan pada Pilpres 2024.


"Puan-Gus Ami (Muhaimin Iskandar, yang diusulkan PKB jadi pasangan calon presiden dan wakil presiden 2024)," ujar Faisol kepada Kompas.com, Selasa, 1 Juni 2021.


Menurut dia, Puan dan Gus Ami memiliki kesamaan pandangan dalam kebangsaan.


Selain itu, PDI-P juga merupakan partai pemenangan pemilihan umum (Pemilu) 2019 sehingga dinilainya bisa membuat koalisi pemerintahan yang kuat dan efektif.


"Dan terbukti kerja sama koalisi selama dua masa pemerintahan ini berhasil," kata dia.


(*)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...