Headline

Opini

SOROT

Sports

Serang Rizieq, Netizen: Katanya Siap Mati, Pledoi Malah Nangis Curhat

          Serang Rizieq, Netizen: Katanya Siap Mati, Pledoi Malah Nangis Curhat
Tangkapan layar isi poster meme netizen serang Rizieq Shihab. (Twitter Madi52795497).

Serang Rizieq, Netizen: Katanya Siap Mati, Pledoi Malah Nangis Curhat
BENTENGSUMBAR.COM - Seorang netizen di media sosial melontarkan sindiran keras terhadap terdakwa kasus tes usap RS Ummi Bogor, Habib Rizieq Shihab lewat sebuah poster meme yang ia bagikan.


Netizen pengguna Twitter Madi52795497 tersebut mengunggah sebuah poster meme yang menyindir sebuah ucapan dari Rizieq Shihab saat menyampaikan pledoi.


Unggahan poster meme netizen tersebut juga ikut dibagikan mantan politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean, seperti dilihat pada Kamis 24 Juni 2021.


Menurut si netizen lewat isi poster unggahannya, Habib Rizieq pernah mengaku berani mati dan siap melawan rezim.


“Rizieq yang katanya berani mati dan siap melawan rezim,” demikian narasi dalam isi poster yang dibagikan netizen Madi52795497.


Namun, kata si netizen, mantan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) malah menangis curhat saat membacakan pembelaan atau pledoinya di depan majelis hakim.


Saat itu, kata netizen tersebut, Rizieq Shihab menangis kala menceritakan tentang kehidupannya yang susah ketika ia diasingkan ke Arab Saudi selama bertahun-tahun.


“Ternyata saat bacakan pledoi, dia nangis curhat hidup susah di Arab bertahun-tahun,” tulisnya.


Mengutip Tribunnews.com, Habib Rizieq Shihab sempat menangis ketika membacakan pledoi atau nota pembelaan atas tuntutan jaksa terkait kasus kerumunan Petamburan dan Megamendung yang dijatuhkan kepadanya.


Rizieq Shihab menangis saat menceritakan dirinya mendapatkan pengasingan dan tidak bisa pulang ke Indonesia.


Padahal, kata dia, Indonesia merupakan negara tercintanya dan menjadi sarana medan juang dirinya.


Oleh karenanya, Rizieq Shihab mengaku tetap berusaha untuk pulang bahkan beberapa kali meminta bantuan kepada badan intelijen dan pihak kerajaan Arab Saudi.


“Karena Indonesia adalah Tanah Air kami dan negeri kami tercinta, serta medan juang kami untuk membela agama, bangsa dan negara. Apa pun risikonya,” ujarnya.


Source: terkini.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...