Headline

Opini

SOROT

Sports

Sujito, Eks Cawalkot Pemilik Diskotik Ferarri Otak Pembunuhan Pemred Mara Salem Harahap, Ini Motifnya

          Sujito, Eks Cawalkot Pemilik Diskotik Ferarri Otak Pembunuhan Pemred Mara Salem Harahap, Ini Motifnya
Sujito, Eks Cawalkot Pemilik Diskotik Ferarri Otak Pembunuhan Pemred Mara Salem Harahap, Ini Motifnya.

Sujito, Eks Cawalkot Pemilik Diskotik Ferarri Otak Pembunuhan Pemred Mara Salem Harahap, Ini Motifnya
BENTENGSUMBAR.COM - Jajaran Polda Sumatera Utara berhasil mengungkap otak dibalik penembakan yang mengakibatkan Mara Salem Harahap tewas. 


Adalah Sujito, yang merupakan mantan Calon Walikota (Cawalkot) Siantar pada pemilu tahun 2015 yang lalu. Sujito juga merupakan pemilik diskotik Ferarri.


Diskotik tersebut beberapa kali menjadi objek pemberitaan Mara Salem lantaran diduga kuat menjadi tempat transaksi narkoba dan buka disaat pandemi Covid-19.


Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja membenarkan, bahwa Sujito merupakan otak dibalik penembakan tersebut.


"Iya benar," kata Tatan saat dikonfirmasi, Kamis malam, 24 Juni 2021.


Sujito juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga memerintahkan seorang anggota TNI berinisial A untuk menghabisi nyawa Mara Salem Harahap.


Motif Pembunuhan


Polisi menetapkan pemilik dan pegawai Ferrari Bar dan Resto Pematangsiantar sebagai tersangka penembakan pemimpin redaksi (pemred) media di Sumatera Utara, Mara Salem Harahap atau Marsal. Polisi juga mengungkap motif penembakan itu.


"Motif adalah timbulnya rasa sakit hati Saudara S pemilik Ferrari Bar dan Resto kepada korban yang selalu memberitakan maraknya peredaran narkotika di tempat hiburan malam miliknya," ucap Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra di Mapolres Pematangsiantar, Kamis (24/6/2021).


Panca mengatakan Marsal kerap meminta uang kepada tersangka S. Meski diberi uang, korban tetap memberitakan peredaran narkoba di lokasi hiburan malam milik S itu.


"Namun korban juga meminta jatah Rp 12 juta per bulan, dengan permintaan tiap hari 2 butir (narkoba). Sehingga karena pemberitaan oleh korban dan permintaan yang dilakukan oleh korban kepada Saudara S menimbulkan sakit hati," kata Panca.


S kemudian meminta agar pegawainya, Y, memberikan pelajaran kepada korban. S meminta Y menembak korban.


"Atas hal itu, Saudara Y dan A menindaklanjutinya, maka direncanakan tindakan untuk memberi pelajaran," ucap Panca.


Y dan A kemudian mempersiapkan penembakan kepada korban. Korban akhirnya ditembak saat hendak pulang ke rumah.


"Di perjalanan, tersangka Y berselisih dengan korban, dan selanjutnya tersangka Y dan Saudara A ini berbalik arah mengikuti mobil korban menuju arah rumah korban," tutur Panca.


"Tersangka mengejar mobil korban dan mendahului, karena jalan rusak mobil korban pelan. Y yang mengemudikan sepeda motor, A yang melakukan penembakan. Pada saat berselisih dilakukan penembakan kepada korban," imbuhnya.


Panca mengatakan korban terkena tembakan di kaki sebelah kiri. Namun tembakan itu mengenai pembuluh darah korban yang menyebabkan pendarahan sehingga korban tewas.


"Terjadi penembakan yang mengenai bagian kaki korban sebelah kiri paha atas dan mengenai dari hasil autopsi yang kami lakukan, mengenai tulang kaki korban, membuat tulang patah, mengenai pembuluh arteri, maka akan menimbulkan darah yang keluar secara deras, itu yang menyebabkan korban tewas," jelasnya.


PWI dan Dewan Pers Kutuk Aksi Penembakan


Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut menyebut Mara Salem merupakan wartawan sekaligus pemred salah satu media lokal di Sumut. PWI Sumut meminta agar pelaku penembakan segera ditangkap.


"PWI Sumut mengecam keras dan mengharapkan aparat kepolisian segera mengungkap siapa dalang dan pelaku serta motif melatarbelakangi korban sehingga mati terbunuh mengenaskan saat menuju kediamannya," ucap Ketua PWI Sumut, Hermansjah.


Herman menyebut ada beberapa kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan di Sumut dalam beberapa bulan terakhir. Yang terbaru adalah penembakan terhadap Marsal.


"Pada 29 Mei 2021, kasus percobaan pembakaran rumah Abdul Kohar Lubis, jurnalis linktoday.com, di Kota Pematangsiantar. Pada 31 Mei 2021, mobil jurnalis Metro TV Pujianto di Sergai dibakar OTK," tutur Herman.


"13 Juni 2021, rumah orang tua jurnalis di Binjai dibakar OTK. Diduga karena kasus judi. Pada 19 Juni 2021, Marah Halim, Pemred lassernewstoday.com, tewas setelah ditembak OTK," tambahnya.


Dewan Pers juga mengutuk peristiwa pembunuhan yang dialami Marsal. Menurut Dewan Pers, hal tersebut sangat tidak dibenarkan.


"Saudara Mara Salem Harahap meninggal dunia dengan jejak kekerasan. Ditemukan dua luka tembak di tubuhnya. Kekerasan, apalagi yang menghilangkan nyawa, jelas tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Terlebih-lebih jika kekerasan itu dilakukan terkait dengan pekerjaan seseorang sebagai wartawan," kata Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh, Sabtu, 19 Juni 2021.


"Dewan Pers menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Mara Salem Harahap. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan batin dan LasserNewsToday dapat melanjutkan kiprah sebagai pers yang profesional dan menegakkan Kode Etik Jurnalistik," kata dia.


Source: RMOL/detikcom

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...