Headline

Opini

SOROT

Sports

Usai Sungkem ke Gibran, Gus Yaqut Ikut Rebutan Cium Tangan Paus Fransiskus: Memalukan!

          Usai Sungkem ke Gibran, Gus Yaqut Ikut Rebutan Cium Tangan Paus Fransiskus: Memalukan!
Usai Sungkem ke Gibran, Gus Yaqut Ikut Rebutan Cium Tangan Paus Fransiskus.

Usai Sungkem ke Gibran, Gus Yaqut Ikut Rebutan Cium Tangan Paus Fransiskus: Memalukan!
BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut belakangan jadi perbincangan hangat publik usai fotonya yang sedang sungkem ke Wali Kota Gibran Rakabuming Raka beredar luas. Kini, beredar pula potret ketika Gus Yaqut bertemu dengan pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus.


Dalam foto yang beredar, Gus Yaqut bersama rombongan Nahdlatul Ulama (NU) lainnya disebut sedang berebut untuk mencium tangan Paus Fransiskus.


Salah satu warganet yang mengunggah momen tersebut ialah akun jejaring Twitter @Prisma932466.


Dalam kicauannya dia menegaskan bahwa potret tersebut bukan hoaks atau informasi palsu.


Dia pun mengatakan, momen ketika Menteri Agama Gus Yaqut bersama rekannya sedang rebutan mencium tangan Paus itu sangatlah memalukan.


“Ini juga bukan hoax… Bahwa Rombongan NU, ada juga si Yaqut menteri Agama di sana, mereka Berebut mencium tangan sang Paus. Sungguh memalukan…,” kicaunya dikutip Hops pada Rabu, 23 Juni 2021.


Yaqut Cholil dikenal sebagai tokoh yang toleransi, buktinya dia pernah bertemu pemimpin Gereja Katolik dunia Paus Fransiskus dan mengikrarkan seruan perdamaian antar agama.


Berdasarkan situs resmi Kominfo terkait Menag Gus Yaqut dan jajaran NU lainnya yang disebut berebut cium tangan Paus Fransiskus.


Setelah ditelusuri, foto yang tersebar ketika kunjungan GP Anshor bertemu dengan Pemimpin Tahta Suci Vatikan, Paus Fransiskus.


Wakil Sekjen Pengurus Pusat GP Ansor, KH Aunullah A’la Habib (Gus Aun) sendiri sempat mengklarifikasi tuduhan tersebut, bahwa yang mencium tangan Paus Fransiskus bukanlah orang NU maupun Ansor, tapi A.M Adiyarto Sumardjono, seorang beragama Katolik.


“Ia adalah Kepala Biro Umum di Kantor Wantimpres. Jadi beliau beragama Katolik, bukan orang NU atau Ansor. Jadi kalau bagi kita seperti ketemu sama Kiainya lah. Maka wajarlah Dia cium tangan Paus,” jelas Gus Aun.


Mengutip dari media resmi milik Nahdlatul Ulama, momen pertemuan antara tokoh NU dan Paus Fransiskus tersebut terjadi pada 25 September 2019.


Kala itu Menag yang akrab di sapa Gus Yaqut ini bersama rombongan pengurus lainnya berkunjung ke Vatikan.


Dalam pertemuan langka ini, pihak NU berdiskusi sejenak membicarakan soal upaya menciptakan perdamaian di dunia.


Gus Yaqut mengatakan bahwa kehadirannya menemui Paus Fransiskus adalah untuk mendukung Dokumen Persaudaraan Manusia (Human Fraternity Document), yang dihadiri langsung oleh pemimpin Gereja Katolik sedunia Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar, Sheikh Ahmad Al-Thayeb.


“Rabu pagi tadi, 25 September 2019, rombongan kami berkesempatan menghadiri Audiensi Umum di lapangan Santo Petrus Vatikan,” ujar Gus Yaqut pada Rabu, 25 September 2019.


“Kami membawa misi mendukung dokumen Human Fraternity for World Peace and Living Together yang didengungkan Paus Fransiskus dengan Grand Syekh Al-Azhar. Sekaligus menyampaikan dokumen GP Ansor Declaration on Humanitarian Islam,” lanjutnya.


Selain itu ketika bertemu dengan Paus Fransiskus secara langsung, Gus Yaqut menyuarakan tentang keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia, terutama terkait dengan upaya dan kontribusi yang dilakukan oleh GP Ansor di bawah payung ormas Nahdlatul Ulama.


Salah satu yang dibicarakan termasuk kegiatan Banser NU yang kerap menjaga rumah ibadah bagi umat agama lainnya di Indonesia seperti Katolik.


Menanggapi hal tersebut, Paus Fransiskus mengapresiasi tindakan dan upaya yang dilakukan NU dalam menjaga kerukunan antar agama. Dia pun menegaskan akan mendoakan Gus Yaqut dan NU.


Sebaliknya, Paus Fransiskus juga minta untuk didoakan demi terjalinnya hubungan baik antar umat beragama di dunia. Bahkan dia menganggap, bahwa sejatinya semua umat manusia termasuk seorang Paus dan tokoh NU adalah saudara.


“Saya doakan Anda. Anda doakan saya. Kita bersaudara. I pray for you and you pray for me. We are brothers,” kata Gus Yaqut menirukan Paus Fransiskus.


Diketahui Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar, Sheikh Ahmed Al Tayeb menyepakati sebuah dokumen bersejarah, yakni Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama.


Adapun deklarasi dari kesepakatan itu dilakukan di Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin, 4 Februari 2019 lalu.


Secara keseluruhan, dokumen tersebut berisi tentang adanya upaya seluruh pemimpin dunia untuk menyebarkan budaya toleransi demi mencegah adanya pertumpahan darah dan peperangan.


Dalam dokumen itu juga tercantum kecaman terhadap pihak-pihak yang menggunakan nama Tuhan untuk membenarkan aksi-aksi kekerasan, radikalisme, atau terorisme yang dilakukannya.


Source: Hops.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...