Headline

Opini

PADANG

Sports

Aksi Gotong Royong Saat Pandemi Jadi Cerminan Kebhinekaan

          Aksi Gotong Royong Saat Pandemi Jadi Cerminan Kebhinekaan
Aksi Gotong Royong Saat Pandemi Jadi Cerminan Kebhinekaan.
BENTENGSUMBAR.COM - ‘Beruntung aku lahir dan tinggal di Indonesia. Beragam budaya dan sejarah bisa aku rasakan tanpa harus pergi ke luar negeri, semua ada di Indonesia,’ ucap Rizki seorang mahasiswa dan traveler blogger. Ia sudah traveling ke berbagai daerah di Indonesia dan menemukan  keberagaman di setiap daerah yang dikunjungi.

Semuanya memiliki ciri khas masing-masing, seperti Bali yang memiliki Tari Kecak sampai Tari Barong. Selain itu, kebudayaan Jawa yang memiliki batik dan keris yang selalu dilestarikan. Menurutnya, keberagaman kebudayaan Indonesia menjadi daya tarik bagi siapapun, bahkan masyarakat dunia.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sekitar 17.000 pulau dan keberagaman suku, adat istiadat, bahasa, ras dan kebudayaan. Meski sangat beragam, bangsa Indonesia adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Keberagaman budaya, bahasa, sampai daerah tercatat dalam Semboyan Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti “Berbeda-beda tetapi satu jua” merupakan wujud dari pengakuan adanya keberagaman yang ada. Tentunya dalam mewujudkan kesatuan dan persatuan Indonesia, dibutuhkan usaha dari semua pihak untuk saling bertoleransi dan menghormati satu sama lain.

Bertoleransi dan menghormati sangat penting dilakukan karena keberagaman agama menjadi salah satu tantangan yang memungkinkan terjadinya miskomunikasi. Selain itu, mungkin pula muncul kekesalan karena tradisi ataupun ritual salah satu keyakinan yang mungkin tidak dapat diterima oleh agama lainnya.

Momen Sumpah Pemuda menjadi awal dari keberagaman Indonesia. Hal itu mengajarkan semua agama mengajarkan toleransi dan saling mengasihi dan membantu antar manusia. Tidak agama yang mengajarkan peperangan dan konflik.

Sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila, terutama pada kesatuan dan persatuan Indonesia ketika menjalankan kehidupan sehari-hari. Masyarakat senantiasa harus mengingat ini agar tidak muncul perasaan meremehkan keberagaman agama yang dimiliki di Indonesia.

Merawat kebhinekaan

Kebhinekaan atau keberagaman menjadi tiang penting dalam membangun Indonesia. Dengan merawat kebhinekaan, bangsa itu akan menghargai budaya dan warisan leluhur.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta bangsa Indonesia untuk terus merawat keberagaman. Hal tersebut menurutnya sangat penting karena keberagaman tersebut merupakan potensi dalam mendukung pembangunan nasional.

“Tentu keberagaman tersebut harus kita rawat dan dijadikan sebagai potensi kekuatan agar bangsa Indonesia dapat tetap utuh dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia, utamanya dalam mencapai kemajuan di berbagai bidang,” Ma’ruf Amin.

Dalam penerapannya, kita bisa melihat besarnya solidaritas dan gotong royong dari masyarakat Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari pandemi saat ini.

Lonjakan tajam jumlah penderita Covid-19 membuat semua fasilitas kesehatan penuh, seperti rumah sakit. Banyak rumah sakit yang membuat ruangan tambahan di luar ruangan agar bisa memberikan pelayanan terhadap pasien Covid-19.

Terbaru susahnya mencari oksigen menjadi dampak buruk melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia. Melihat hal itu tercipta gerakan solidaritas di tengah masyarakat.

Di Jakarta, Gerakan Sejuta Test Antigen bergerak dengan meminjamkan tabung oksigen bagi yang membutuhkan warga Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Tabung oksigen bisa dipinjam selama 7 hari atau selama dibutuhkan. Hal itu disambut baik oleh masyarakat. Mereka sangat terbaru karena aksi tersebut.

Selain itu, ada pula aksi solidaritas untuk penyedia obat dan vitamin sampai fasilitas isolasi mandiri. Semangat saling tolong menolong dan bergotong royong tersebut menjadi penanda bahwa masyarakat Indonesia memiliki tingkat solidaritas yang tinggi.

Percepatan vaksin

Melonjaknya kasus Covid-19 di Tanah Air membuat pemerintah melakukan percepatan vaksinasi guna membuat masyarakat mencapai titik herd immunity.

Percepatan vaksinasi itu pun tak luput dari pantauan Ketua DPR RI Puan Maharani. Saat ini, ia bergegas melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah guna melihat secara langsung vaksinasi terhadap masyarakat. Mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, sampai Sulawesi Utara.

Dalam kunjungan ke Jawa Tengah, Puan mengimbau kepala daerah untuk bisa secara terbuka menyampaikan laporan terkait kondisi wilayah dengan jujur. Dia juga minta masyarakat agar melaporkan ke satgas jika terjadi kendala dalam melakukan tracing maupun testing.

"Jangan menyembunyikan kondisi wilayah kita masing-masing. Kita punya masalah besar tidak mungkin bisa menyelesaikan sendiri. Pemerintah pusat bisa menyelesaikan tetapi jika pemda juga mau koordinasi," tandasnya.

Lebih lanjut ia berpesan kepada masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan meski sudah divaksin. Karena, vaksin hanya menambah kekebalan tubuh, bukan berarti tidak bisa terpapar.

"Kenaikan kasus di Jawa Tengah terus terjadi pasca libur Lebaran, di antaranya di Kabupaten Kudus dan sekitarnya terjadi lonjakan pasien Covid-19. Bahkan hampir sulit dikendalikan. Komitmen saya yang punya dapil di satu kota dan tiga kabupaten ini ikut melakukan percepatan," ujar Puan di sela meninjau vaksinasi di Pendapi Gede Balai Kota Suolo, Sabtu (22/6).

Saat meninjau vaksinasi di Jawa Timur, Puan langsung datang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari Surabaya, Kamis (8/7/2021).Dalam kesempatan itu, Puan juga menyerahkan bantuan vaksin untuk masyarakat Surabaya dan Jawa Timur.

Puan menjelaskan, ada 30.000 dosis vaksin Covid-19 untuk masyarakat yang disampaikan melalui Pemerintah Kota Surabaya. Dia berharap bantuan dari DPR RI itu dapat mempercepat tercapainya target vaksinasi kepada warga Surabaya, dan warga Jawa Timur pada umumnya.

“Saya berharap vaksinasi hari ini akan mempercepat target vaksinasi dan tercapainya herd immunity di Surabaya dan Jawa Timur,” kata Puan, di Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, Kamis (8/7/2021).

Vaksinasi Covid-19 di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, akan berlangsung 20 hari, dimulai pada 6 Juli 2021. Target minimal penerima vaksin di lokasi tersebut mencapai 50.000 orang per hari.

“Insya Allah bisa lebih cepat mencapai target vaksinasi. Saat HUT RI 17 Agustus paling tidak sudah mendekati target yang diharapkan, kalau bisa sesuai target itu lebih baik,” ujar Puan yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...