Headline

Opini

PADANG

Sports

Andi Arief: Demokrat Mau Ditenggelamkan Hanya karena Ingin Terus Bersama Rakyat

          Andi Arief: Demokrat Mau Ditenggelamkan Hanya karena Ingin Terus Bersama Rakyat

Andi Arief: Demokrat Mau Ditenggelamkan Hanya karena Ingin Terus Bersama Rakyat
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Bappilu Partai Demokrat (PD) Andi Arief membeberkan adanya upaya 'menenggelamkan' Demokrat pada 2009 silam dan jelang Pilpre 2024.


Pada 2009, kata Andi, partai berlambang bintang mercy itu mau ditenggelamkan dengan aturan-aturan.


Kini, lanjut Andi Arief, upaya menenggelamkan Demokrat dilakukan melalui Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.


Menurutnya, cara-cara yang dipakai Moeldoko yakni lewat Kongres Luar Biasa (KLB) serta upaya-upaya hukum yang tak lazim.


Diketahui, KLB Demokrat yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara pada 5 Maret 2021 lalu, menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025.


"Jika 2009 Partai Demokrat berupaya ditenggelamkan dengan aturan-aturan," tulis Andi Arief di akun Twitternya, Jumat, 20 Agustus 2021.


"Kini menjelang 2024 Partai Demokrat kembali akan ditenggelamkan lewat orang Istana KSP Moeldoko lewat KLB dan upaya-upaya hukum yang tak lazim," sambung @Andiarief_.


Andi mengklaim Demokrat mau ditenggelamkan lantaran partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu ingin terus bersama rakyat.


"Hanya karena, Demokrat ingin terus bersama rakyat," cuit @Andiarief_.


Terkait aturan-aturan yang diklaim sebagai upaya menenggelamkan Demokrat pada 2009, Andi menyinggung hal itu setelah merespons pendapat ekonom senior Rizal Ramli (RR) soal asal muasal tingginya ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) 20 persen.


Adapun Rizal Ramli menyebut angka threshold yang tinggi sejarahnya dimulai dari hasrat PDIP pada 2009 yang tidak menginginkan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjabat presiden dua periode.


Andi membenarkan pernyataan Rizal Ramli. Ia menyebut aturan PT 20 persen memang bertujuan menghadang SBY menjadi presiden dua periode. Namun, lanjutnya, kenyataan berkata lain karena SBY kembali terpilih pada Pilpres 2009.


"Pendapat Bang RR ini benar. PT 20 persen memang untuk hadang SBY di 2009. Sejumlah lembaga survey dan pengamat politik berasumsi demokrat tak akan mencapai 20 persen di pemilu, bahkan demokrat dianggap akan hilang. Muncul ambisi menjegal SBY dengan aturan. Kenyataan berkata lain," ungkap Andi. 


Source: netralnews.com

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...