Headline

Opini

PADANG

Sports

Gusti Mangku Sudah Berpulang, Tahta Untuk Siapa?

          Gusti Mangku Sudah Berpulang, Tahta Untuk Siapa?

Gusti Mangku Sudah Berpulang, Tahta Untuk Siapa?
BENTENGSUMBAR.COM - Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX alias Gusti Mangku sudah berpulang. Lantas tahta Adipati untuk siapa?


Pengageng Pura Mangkunagaran adalah setingkat adipati, karena wilayahnya merupakan kadipaten. Pura ini sama dengan Paku Alaman, Yogyakarta. Sedangkan Keraton Surakarta yang bertahta seorang raja, demikian juga Keraton Kasultanan Yogyakarta. Yang memerintah adalah raja.


Banyak pihak berspekulasi, siapa bakal  mendapat titah untuk mengganti Gusti Mangku. Apakah Paundra, putra dari Sukmawati  ataukah Bhre Cakrahutomo. Itu wewenang Keluarga Besar Mangkugaran. Di dalamkeluarga ini ada perwakilan dari Trah MN I s,d trah ke-8. Ada juga keturunan dari Ronggo Panambang dan Patih Kudono Warso, mereka adalah sahabat Raden Mas Said atau MN I.


Pendapat Sejarawan


Menurut sejarawan dan pemerhati budaya dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Tundjung W Sutirto, berdasarkan  suksesi Adipati atau Pengageng Pura Mangkunegaran sebelumnya, di Pura Mangkunegaran prosesnya tergantung situasi.


“Yang menentukan siapa pengganti  Adipati yang jumeneng di Pura Mangkunegaran bisa dari Adipati yang jumeneng, semasa hidupnya sudah mengangkat putra mahkota, minimal mengisyaratkan siapa yang harus menggantikannya. Juga bisa dari hasil musyawarah  Dewan  Pinisepuh Kerabat Mangkunegaran. Namun sebagai pathokan, pengganti  Adipati atau Pengageng Pura Mangkunegaran yang wafat pasti dari keluarga inti,” papar Tundjung W Sutirto.


Dia mengatakan,  suksesi di Pura Mangkunegaran yang dalam sejarah kraton catur sagotra pewaris tahta Mataram setara Kadipaten, tidak sekompleks seperti kraton KasunananSurakarta misalnya.


“Memang tidak sekompleks kraton Kasunanan Surakarta, sehingga diharapkan pergantian Pengageng Pura Mangkunegaran bisa berlangsung mulus, figur pengganti Mangkunegoro IX bisa diterima baik dari kalangan kerabat Mangkunegaran, masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.


Sementara itu dari hasil pengamatan, ada sedikitnya dua nama yang santer diperbincangkan bakal meneruskan kepemimpinan dinasti Mangkunegaran. Ada dua kandidat adipati Mangkunegaran  yakni Gusti Pangeran Haryo (G P H) Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara dan G.P.H. Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo. Keduanya merupakan dua putra kandung dari KGPAA Mangkunegara IX.


Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara, yang akrab disapa Gusti Paundra  merupakan pria kelahiran Jakarta, 19 April 1979. Paundrakarna merupakan putra sulung dari pasangan KGPAA Mangkunegara IX dengan mantan istrinya, Sukmawati Soekarnoputri. Paundra dikenal  aktif di jagad hiburan Indonesia   dengan menjadi bintang iklan, penyanyi, dan pemain sinetron. Saat ini Paundrakarna aktif menggeluti dunia bisnis dan menjadi desainer batik gaya Mangkunegaran.


Sementara itu, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo merupakan putra hasil perkawinan KGPAA Mangkunegoro IX dengan Prisca Marina Yogi Supardi yang kini telah ditetapkan sebagai permaisuri dengan gelar Gusti Kanjeng Putri (GKP) Mangkunegoro IX.


Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo merupakan anak bungsu, dari dua bersaudara. Kakaknya bernama GRA Ancillasura Sudjiwo. Bhre Cakrahutomo memiliki gelar akademis sarjana hukum setelah menamatkan pendidikan sarjana hukum di Universitas Indonesia pada 2019 lalu.


Terkait dengan pergantian kepemimpinan KGPAA Mangkunegoro IX masih menjadi teka-teki. Hal ini karena saat Paundrakarna lahir dari rahim Sukmawati Soekarnoputri. Menurut sumber, GPH Sudjiwo Kusumo masih berstatus sebagai pangeran belum dinobatkan sebagai raja atau adipati.


Sementara itu, Bhre Cakrahutomo lahir dari istri berstatus permaisuri atau saat GPH Sudjiwo Kusumo telah menjadi penguasa Istana Pura Mangkunegaran. Dengan demikian, terkait pengganti sosok pimpinan di Pura Mangkunegaran tergantung pada keputusan keluarga inti.


Baik Paundra maupun Bhre Cakrahutomo kepada wartawan menolak secara halus saat ditanya perihal suksesi di Mangkunegaran. "Baik Paundra maupun Bhre secara terpisah di sela-sela prosesi pemakaman ayahandanya mengatakan pihaknya masih fokus pada pemakaman Mangkunegoro IX dan mendoakan yang terbaik untuk kanjeng romonya,” tutur Bhre saat itu.


Laporan : Reko Suroko

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...