Headline

Opini

PADANG

Sports

Heboh Napi Korupsi Jadi Komisaris BUMN, MAKI Desak Erick Thohir Bertindak

          Heboh Napi Korupsi Jadi Komisaris BUMN, MAKI Desak Erick Thohir Bertindak
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. (Foto: BENTENGSUMBAR/Istimewa).
BENTENGSUMBAR.COM - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyoroti keberadaan Izendrik Emir Moeis sebagai komisaris PT Pupuk Iskandar Muda.

MAKI mendesak Kementerian BUMN untuk mengganti komisaris perusahaan milik negara yang dinilai tidak berintegritas dan tersandung kasus korupsi di masa lalu.

Boyamin Saiman mengatakan, pihaknya sungguh kecewa karena mantan narapidana kasus suap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tarahan, Lampung itu bisa menjadi komisaris di BUMN. Padahal, seharusnya itu tidak boleh terjadi.

"Saya terus terang saja kecewa ada mantan (napi) tindak pidana korupsi menjadi komisaris di sebuah BUMN, dan ini mestinya tidak terjadi," kata Boyamin, Rabu, 4 Agustus 2021 kepada BENTENGSUMBAR.COM melalui sambungan telepon.

Karena itu, MAKI mendesak Menteri BUMN Erick Thohir untuk segera mengganti Emir Moeis dengan orang yang tidak memiliki rekam jejak terkait kasus korupsi. Seharusnya komisaris BUMN diisi oleh orang-orang yang berintegritas dan bersih dri kasus-kasus korupsi masa lalu.

"Masih banyak orang yang baik, bersih dan integritasnya bisa dipercaya untuk menjadi komisaris, karena apapun ini akan berdampak buruk ketika mantan napi korupsi jadi komisaris, nanti tidak bisa menjadi teladan," kata Boyamin.

Menurut Boyamin, semua orang bisa berubah, tetapi mengangkat seorang koruptor sebagai komisaris BUMN tidak memenuhi unsur tata kelola perusahaan yang baik dan akan berdampak bagi pemerintahan dan negara. Dengan demikian, cita-cita Erick Thohir mewujudkan nilai utama BUMN yakni AHLAK semakin sulit.

“Harapan untuk menjadikan BUMN bersih dari korupsi akan susah ketika komisarisnya orangnya mantan napi korupsi," katanya Boyamin.

Apalagi, kata Boyamin, fungsi BUMN tidak hanya sebagai pelayanan publik, tapi juga sebagai korporasi yang menjalankan bisnis untuk mendapatkan keuntungan. Bisnis berkaitan dengan kepercayaan dan butuh keteladanan sehingga membutuhkan orang-orang berintegritas serta bersih.

"BUMN ini kan ada penanaman modal dari negara, jadi harus dijaga betul, dan dicarilah orang-orang yang baik. Nah saya minta menteri BUMN selaku wakil pemegang saham negara, maka harus memberhentikan mantan napi korupsi (Emir Moeis)," tegasnya. 

Laporan: Reko Suroko
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...