Headline

Opini

PADANG

Sports

Ketua DPR Ungkapkan Keistimewaan Ulang Tahun Indonesia ke-76 di Masa Pandemi Covid-19

          Ketua DPR Ungkapkan Keistimewaan Ulang Tahun Indonesia ke-76 di Masa Pandemi Covid-19
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menyoroti keistimewaan Hari Ulang Tahun Indonesia tahun ini. Hari kemerdekaan tahun ini dirayakan masih dalam masa Pandemi Covid-19 dan setelah Indonesia melewati lonjakan kasus positif virus corona yang begitu tinggi. Hal itu merupakan momen bersejarah dan momen terpenting yang memperlihatkan perjuangan suatu bangsa keluar dari jeratan pandemi, menyongsong kemerdekaannya.

“Kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjalanan panjang dan perjuangan yang keras dari para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari para penjajah. Sama seperti saat ini kita mencoba keluar dari masa pandemi. Dengan perjuangan keras, dengan gotong royong ini,” kata Puan dalam keterangan persnya pada Kamis, 19 Agustus 2021.

Meski pun HUT RI ke-76 tahun ini masih tampak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Puan meminta masyarakat tetap meresapi makna kemerdekaan dengan sebaik-baiknya. Terlebih dari itu juga bisa menjadi momen refleksi untuk terus berjuang melawan Covid-19.

Puan mengimbau masyarakat untuk mengenang jasa-jasa pahlawan dengan semangat untuk melawan virus corona dan mematuhi aturan yang ada. “Dahulu kala, kita bisa bersama-sama mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Sekarang, kita pasti bisa keluar dari penjajahan virus corona,” ujarnya.

Menurut Puan, tidak adanya semarak kemerdekaan, bukan berani momen ini menjadi tidak terasa meriah. Semua bisa dilakukan dengan inovasi. Lagi pula, perayaan lewat perlombaan bukanlah esensi dari 17 Agustusan. Maknanya adalah mengembalikan semangat perjuangan itu sendiri.

“Semarak bulan kemerdekaan bisa kita artikan untuk mengenang jasa para pahlawan yang sudah berjuang demi kemerdekaan negara Indonesia. Cita-cita para pahlawan dalam kemerdekaan bangsa Indonesia, yaitu, pembebasan ibu pertiwi dari penjajahan bangsa asing. Sekarang, kita satukan suara untuk membebaskan negara ini dari pandemi,” ujar Alumni Universitas Indonesia itu.

Puan mengingat Bung Karno sebagai seorang Proklamator mengatakan agar kita menggantungkan cita-cita setinggi langit. Cita-cita itu yang membuat kita bisa bangun lebih pagi, lebih terpicu untuk bekerja keras, dan lebih semangat menjalani kehidupan. Hal itulah yang harus diingat pada momen kemerdekaan saat ini.

Puan meminta masyarakat dapat saling menumbuhkan jiwa kebersamaan untuk saling membantu satu sama lain. Masyarakat juga bisa mendukung perkembangan produk dalam negeri. Pasalnya, begitu banyak brand atau produk asli Indonesia yang bermunculan dalam berbagai bidang. Menghargai produk lokal sama dengan menghargai kemajuan ekonomi negeri sendiri.

Peran masyarakat sangat besar dalam memajukan sesama. Sesama warga juga bisa meningkatkan semangat pantang menyerah, keberanian, dan semangat berkorban. Bangga sebagai anak Indonesia adalah dengan membantu memerdekakan satu sama lain, sekaligus terlibat dalam hal positif dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Semangat dan optimisme yang pernah digelorakan Bung Karno yang harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk membangun bangsa. Semangat dan optimisme tersebut, masih sangat relevan dalam menghadapi tantangan globalisasi di saat pademi Covid-19,” ujar Puan.

Puan mengingatkan perjuangan kakeknya yang juga sempat dia ceritakan pada momen pembacaan teks proklamasi beberapa hari lalu. Bung Karno dan para pejuang lain bukan orang-orang yang pantang menyerah. Beberapa kali dibuang oleh kolonial Belanda, tetapi tidak mau menempuh jalan aman dan penakut. Mereka dengan sadar memilih langkah penuh risiko serta berbahaya.

Oleh karena itu, saat ini bukan zamannya lagi bermalas-malasan dan melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji apalagi yang menimbulkan suasana tidak kondusif. Masyarakat harus bersungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan untuk menempa diri. Segenap lapisan bangsa sama-sama berjuang akan masa depan Indonesia yang adil dan makmur dalam bingkai persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.

Puan mengajak segenap masyarakat untuk melanjutkan proses perjuangan pahlawan dengan melakukan pembaharuan dan pembangunan bangsa. Sehingga, ke depannya diharapkan mampu mempertahankan dan mengisi kemerdekaan yang telah diraih selama ini.

“Perjuangan bangsa Indonesia dahulu bukan hanya sejarah. Itulah pelajaran yang harus selalu kita terapkan hari ini, esok, dan selamanya. Perjuangan kita belum berakhir. Saat ini berjuang melawan Covid-19. Esok hari masih ada tantangan yang menanti. Mari terus berjuang untuk Indonesia adil dan sejahtera,” pungkas Puan.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...