Headline

Opini

PADANG

Sports

Prokes Menjadi Hal yang Penting Selama Masa Pandemi

          Prokes Menjadi Hal yang Penting Selama Masa Pandemi

Prokes Menjadi Hal yang Penting Selama Masa Pandemi
BENTENGSUMBAR.COM - Dunia pendidikan sangatlah luas dan banyak kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan oleh para pembelajar atau murid yang menuntut ilmu tersebut. Menuntut ilmu dilakukan dari tingkatan terendah hingga tingkatan tertinggi dan dari umur yang masih kecil hingga dewasa. Tingkatan mempelajari sesuatu yang tertinggi berada di tahapan menjadi mahasiswa.


Mahasiswa merupakan istilah yang digunakan untuk seseorang yang ada pada tingkatan setelah siswa atau menyelesaikan wajib belajar 9 tahun (Indonesia) dan ditambah 3 tahun sekolah di Menengah Atas atau jenjang pendidikan yang akan melanjutkan studi ke bangku perkuliahan.


Hal ini menyatakan bahwa seorang mahasiswa harus memiliki nilai yang lebih daripada seseorang yang masih menyandang gelar siswa dan harus mampu memberikan sumbangsih nyata baik itu bagi dirinya, lingkungannya, maupun masyarakat di lingkungan sekitarnya dimana ia berada.


Seorang mahasiswa merupakan perkembangan dari siswa, mahasiswa dinilai harus menjadi seorang yang lebih mampu dan cakap dari siswa biasa. Dalam hal ini mahasiswa diharapkan lebih mampu bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, serta dapat hidup mandiri dan memiliki integritas yang lebih tinggi. 


Pada tahun 2021 Indonesia dan berbagai negara lain di penjuru dunia sedang dihadapkan dengan Pandemi Covid 19 atau bisa dikenal dengan virus corona. Covid 19 diketahui telah menyebar yang kemunculannya dimulai di Wuhan, Cina, pada bulan Desember 2019, Setelah itu, Covid-19 menular antar manusia dengan sangat cepat dan menyebar ke puluhan negara, termasuk Indonesia, hanya dalam beberapa bulan.


Coronaviruses Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV 2). Covid-19 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, mulai dari gejala yang ringan seperti flu, hingga infeksi paru-paru, seperti pneumonia. 


Tidak terasa sudah 2 tahun sejak Presiden Indonesia, Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020, yang mengatur pembatasan sosial berskala besar sebagai respons terhadap COVID-19 bertepat pada tanggal tanggal 31 Maret 2020.


Melonjaknya kasus Covid 19 dalam beberapa pekan ini mengakibatkan dikeluarkannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pada awal kemunculan virus COVID 19 ini di Indonesia, Pemerintah pun langsung menerapkan beberapa kebijakan yang harapannya untuk menekan angka atau lonjakan kasus positive virus di Indonesia diantaranya ialah meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan/atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.Kegiatan pembelajaran dari jenjang dini hingga akhir pun harus mengikuti perkembangan teknologi karena salah satu cara tetap melakukan kegiatan dengan kondisi yang tidak memungkinkan seperti saat ini pihak sekolah harus memiliki terobosan untuk melaksanakan pembelajaran melalui daring. 


Gotong royong merupakan salah satu dari berbagai cara yang dinilai ampuh untuk memerangi pandemi yang sedang terjadi, sinergi dan dorongan antar sesama manusia sangat berperan dalam menghadapi kecemasan yang dirasakan masyarakat khususnya masyarakat Indonesia. Tak Dipungkiri dari hari ke hari pemberitaan terkait pandemi ini terus tiada henti.. Catatan ini telah menimbulkan kepanikan dan silang pendapat yang ditimbulkan di luar konteks penanganan virus itu sendiri, bahkan menjadi komoditas politik dan ekonomi. Perang melawan virus corona ialah tujuan kita untuk bebas dari pandemi yang sedang melanda ini. 


Pada saat pandemi seperti ini tentunya mahasiswa sebagai agen perubahan harus memiliki inovasi terobosan yang dapat membantu masyarakat disekitar lingkungan dan mendorong upaya pemerintah dalam melakukan kebijakan yang telah dibuat untuk menekan angka positive covid 19. Perlunya pengetahuan kita terkait beberapa peran mahasiswa saat pandemi diantaranya ialah:


1. Melakukan sosialisasi terkait covid di lingkungan sekitar. Ikut membantu pemerintah dari yang disekitar seperti RT mengadakan kegiatan sosialisasi apa itu covid 19 dampak yang ditimbulkan dan baik juga terkait cara pencegahannya 


2. Memberikan dukungan serta semangat kepada orang yang terinfeksi virus Covid. Serta mendorong masyarakat sekitar agar dapat membantu tetangga maupun kerabat yang terpapar baik penyemangat berbentuk materil maupun moral. 


3. Dapat membangkitkan semangat masyarakat untuk saling membantu. Melakukan Campaign juga nilai positif yang diharapkan meringankan beban saat ini seperti mengumpulkan dana baik dari warga maupun membuat proposal kegiatan yang diserahkan kepada sponsor untuk mendukung gerakan tersebut salah satunya ialah Dapur Umum. Bagi orang yang terinfeksi sangat sulit dan riskan bersosialisasi dengan lingkungan harapan dibuatnya dapur umum ini untuk memberikan semangat serta mengurangi aktivitas yang dianggap sulit karena membutuhkan bahan bahan yang diperlukan di area pasar maupun supermarket.


4. Membuat gerakan solidaritas seperti Sembako maupun sayur mayur untuk dibagikan tidak dapat dipungkiri saat ini keadaan yang sulit membuat banyak orang mengalami pemutusan kerja maupun pemotongan upah yang seharusnya, gerakan ini juga sangat membantu dikala saat seperti ini. Bahkan menumbuhkan semangat gotong royong antar masyarakat yang diharapkan untuk sama sama melawan pandemi ini.  


5. Tak terkecuali jika keluarga maupun kerabat yang mengalami atau terpapar, dorongan moral sangat diperlukan. Dan pada saat ini di beberapa platform seperti instagram twitter dll terkait gerakan yang dibuat beberapa masyarakat untuk membantu masyarakat yang terpapar. Seperti membuat Dapur umum, mendorong keberhasilan vaksinasi, sosialisasi terkait 5M, sosialisasi terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Kegiatan positive ini diharapkan memacu masyarakat dan mahasiswa sebagai penggerak untuk bersama menghadapi Pandemi ini.


Pentingya Prokes 


Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak agar semua lapisan dapat menjaga momentum penurunan laju Covid-19. Seperti halnya agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).


Dia berharap momentum baik ini tetap terjaga setelah pemerintah memutuskan perpanjangan PPKM berlevel. Meskipun dengan uji coba pembukaan mal dan pembukaan tempat ibadah secara terbatas.


“Relaksasi ekonomi dan sosial keagamaan ini juga harus direspons dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh lapisan masyarakat, yakni dengan  tetap ketat melaksanakan protokol kesehatan,” ungkap Puan.


Puan menekankan, tanggung jawab bersama masyarakat dengan tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas (5M), semata-mata agar kondisi penularan Covid-19 tidak kembali seperti Juli lalu.


“Mari kita jaga bersama-sama kondisi yang berangsur membaik ini dengan penuh tanggung jawab,” imbaunya.


Laporan: Mela

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...