Headline

Opini

PADANG

Sports

WNI di Afghanistan Berhasil Dievakuasi Selamat Sampai Tanah Air, Puan Mengaku Merasa Lega

          WNI di Afghanistan Berhasil Dievakuasi Selamat Sampai Tanah Air, Puan Mengaku Merasa Lega

WNI di Afghanistan Berhasil Dievakuasi Selamat Sampai Tanah Air, Puan Mengaku Merasa Lega
BENTENGSUMBAR.COM - Sejumlah WNI di Afghanistan sampai ke Tanah Air tepat pukul 03.05 WIB dini hari pada Sabtu, 21 Agustus 2021 kemarin. Mereka menumpang pesawat TNI AU jenis Boeing 737-400 yang mendarat mulus di Lanud Halim Perdanakusuma.


Setidaknya ada 26 WNI dan tujuh warga negara asing yang dievakuasi dari Afghanistan. Warga asing tersebut terdiri atas lima warga Filipina, dan dua warga Afghanistan yang merupakan suami dari WNI yang dievakuasi.


Pendaratan tersebut sekaligus menandakan, telah tuntasnya pelaksanaan misi penerbangan dalam rangka melaksanakan tugas negara untuk mengevakuasi 33 orang tersebut dari Kabul, Afganistan.


Misi berat itu berakhir dengan sukses. Namun, perjalannya menyisakan kisah yang penuh aral melintang untuk sampai ke Tanah Air. Tim yang terdiri dari TNI AU, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Kementerian Luar Negeri pun menghadapi sejumlah rintangan.


Tim evakuasi Warga Negara Indonesia di Kabul, Afghanistan, saat itu harus mampu membaca kondisi dengan cermat. Pasalnya, terjadi eskalasi kerumunan massa ketika awak pesawat sampai di Islamabad. Kementerian Luar Negeri RI pun sempat memutuskan untuk menunda penjemputan selama 1-2 hari. 


Sebelumnya, pesawat TNI AU Boeing 737 seri 400 Skadron Udara 17 berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pada 18 Agustus 2021. Perjalanan dari Jakarta ke Kabul menempuh waktu hampir 72 jam. 


Mereka harus mengambil rute panjang dan berhenti di Islamabad. Setidaknya ada 10 anggota Skadron Udara 17 TNI AU yang bertugas menjadi awak pesawat ditambah dengan dua penerbang. 


Lalu pada ​​Jumat, 20 Agustus 2021 dini hari, mereka kemudian memutuskan terbang ke Kabul. Keputusan itu dibuat setelah pesawat mendapatkan izin pendaratan dari otoritas di Kabul.


Tak hanya itu, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sebagai pemegang otoritas sementara bandara di Kabul hanya memberikan waktu yang terbatas untuk evakuasi. Tim evakuasi semula menjadwalkan evakuasi berjalan selama 30 menit, tetapi prosesnya akhirnya berlangsung selama dua jam.


Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan proses evakuasi memakan waktu lama karena menunggu para penumpang, terutama WNI, sampai ke bandara dari KBRI di Kabul. Menurut Retno, para WNI butuh waktu 5-6 jam untuk sampai bandari karena harus melewati berbagai pemeriksaan di lapangan. Padahal, biasanya perjalanan hanya makan waktu 40 menit.


Menlu juga melaporkan bahwa hingga kini masih ada enam warga Indonesia yang berada di Afghanistan karena tidak ikut evakuasi. Tiga WNI tidak ikut pesawat evakuasi TNI Angkatan Udara kemarin karena mereka merupakan pekerja organisasi internasional. 


Ketiga WNI itu disebut mengikuti program evakuasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi internasional lainnya. Sementara itu, tiga WNI lainnya berstatus menikah dengan warga Afghanistan dan memutuskan tinggal di sana.


Memanasnya Afghanistan setelah kemenangan Taliban, membuat sejumlah negara menarik stafnya dari sana. Selain Indonesia, Amerika Serikat, Denmark, Inggris, Prancis hingga Norwegia juga sudah mengevakuasi warganya dari Afghanistan.


Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut kedatangan para WNI dan WNA dari Afghanistan dengan hati lega. Sebelumnya, Puan memang telah meminta untuk memastikan keamanan para WNI yang berada di Afghanistan ketika situasi mulai memanas.


“Dalam momen kemerdekaan, masih banyak cobaan yang terjadi, termasuk pada masyarakat Afghanistan. Dalam kondisi ini, saya meminta nasib WNI untuk dipastikan keberadaannya dan dijamin aman untuk pulang bila memang memungkinkan,” kata Puan sebelum misi evakuasi berhasil dilakukan.


Puan memandang bila memang situasi Afghanistan menjadi semakin tidak kondusif, seluruh WNI beserta staf dan pejabat KBRI sebaiknya dipulangkan saja. Menurut Puan, rencana evakuasi harus segera dibuat matang agar proses kepulangan dapat berjalan dengan lancar.


Dia menilai konflik di sana sangat cepat terjadi eskalasi, perkembangannya tidak hanya bisa terjadi harian, tetapi dalam waktu menit, bahkan detik. “Prioritas utama kita adalah mengamankan WNI yang tinggal di sana,” ujar mantan Menko PMK itu.


Jangan sampai, lanjutnya, warga negara Indonesia yang tinggal di sana tidak bisa pulang kembali dan bertemu dengan keluarganya di Tanah Air. Hal itu akan membawa rasa duka yang mendalam bagi sanak dan saudaranya di sini.


Tentu saja, kini semua doa rakyat terkabulkan dengan mendaratnya pesawat TNI AU Boeing 737 di Lanud Halim Perdanakusuma dengan selamat. Namun di luar daripada itu, semua berharap agar rakyat Afghanistan bisa segera mendapatkan rasa aman yang sama.


Laporan: Mela

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...