Headline

Opini

PADANG

Sports

Wow, Taliban Akhirnya Ajak Perempuan di Pemerintahan, DS: Syarat dari China supaya Mereka Mau Investasi Harus...

          Wow, Taliban Akhirnya Ajak Perempuan di Pemerintahan, DS: Syarat dari China supaya Mereka Mau Investasi Harus...

Wow, Taliban Akhirnya Ajak Perempuan di Pemerintahan, DS: Syarat dari China supaya Mereka Mau Investasi Harus...
BENTENGSUMBAR.COM - Kabar bahwa Taliban di Afganistan membuka diri memberi amnesti massal bahkan mengajak perempuan di pemerintahan menarik perhatian Denny Siregar. 


“Menarik ngikutin perubahan Taliban ini. Mereka sudah melakukan perubahan sedikit demi sedikit,” kata Denny Siregar, Rabu 18 Agustus 2021.


“Syarat dari China supaya mereka mau investasi memang Taliban harus merubah diri. Karena gada yang mau invest kalau Taliban terus berlakukan hukum yang keras dan ketinggalan zaman..,” imbuh Denny Siregar.


Untuk diketahui, Taliban mendeklarasikan amnesti atau pengampunan bagi pejabat pemerintahan di seluruh Afghanistan setelah mereka mengambil alih kekuasaan pada Minggu, 15 Agustus 2021.


 Kelompok itu juga mengajak perempuan untuk terlibat dalam pemerintahan baru mereka.


Dalam pernyataan yang dikutip CNN Indonesia dari AFP, Selasa, 17 Agustus 2021, Taliban menyatakan bahwa amnesti ini diharapkan dapat membuat para pegawai pemerintahan Afghanistan sebelumnya dapat beraktivitas dengan tenang tanpa takut dihukum setelah kelompok itu berkuasa.


"Amnesti umum dideklarasikan untuk semua, jadi kalian dapat melanjutkan rutinitas kalian dengan tenang," demikian pernyataan Taliban.


Selain itu, anggota komisi budaya Taliban, Enamullah Samangani, juga mengumumkan bahwa kelompok itu tidak ingin perempuan menjadi korban selama mereka berkuasa.


"Imarah Islam tidak ingin perempuan menjadi korban. Mereka harus berada dalam struktur pemerintahan menurut hukum Syariah," katanya, sebagaimana dilansir Associated Press.


Mengenai struktur pemerintahan, Samangani belum dapat menjelaskan secara rinci. Namun, ia menyiratkan bahwa sistem pemerintahan tetap bernapas Islam.


"Struktur pemerintahan belum sepenuhnya jelas, tetapi berdasarkan pengalaman, harus ada kepemimpinan yang sepenuhnya Islami dan semua pihak harus bergabung," katanya.


Saat berkuasa di Afghanistan pada 1996 hingga 2001 silam, Taliban menerakan aturan Islam ultrakonservatif. Para perempuan pun hidup dalam kekangan.


Kini, para perempuan mengkhawatirkan masa depan di bawah pemerintahan Taliban, yang melucuti hampir semua hak mereka ketika memerintah negara itu.


Saat ini, Taliban sendiri terus menggaungkan kampanye bahwa pemerintahannya akan lebih moderat. Namun, kebanyakan warga Afghanistan masih skeptis.


Dalam pertempuran perebutan kekuasaan dalam beberapa bulan belakangan, memang sangat minim laporan mengenai kekerasan terhadap warga sipil. Namun, banyak penduduk mengurung diri di rumah karena takut melihat Taliban.


Generasi yang sempat hidup di masa pemerintahan Taliban masih ingat betul betapa keras kelompok itu menerapkan hukum Islam. Pelanggar aturan dapat dirajam, amputasi, hingga eksekusi di depan umum.


Ribuan warga Afghanistan pun bergegas ke bandara utama Kabul untuk kabur ketika Taliban kembali menguasai istana kepresidenan pada Minggu lalu. Kini, dunia pun masih menanti dinamika di Afghanistan ketika Taliban berkuasa.


"Dunia mengikuti peristiwa di Afghanistan dengan hati yang berat dan kegelisahan yang mendalam tentang apa yang ada di depan," kata Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.


Source: netralnews

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...