PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Ini Alasan Pembuatan Dapur Umum Pasca Bencana

          Ini Alasan Pembuatan Dapur Umum Pasca Bencana
BENTENGSUMBAR.COM - Gotong royong menjadi salah satu faktor Indonesia bisa bertahan melawan Covid-19. Lihat saja, beragam gerakan terbentuk saat pandemi datang. Mulai dari oksigen bersama, vaksinasi yang diinisiasi perusahaan, sampai membuat dapur umum. 

Seperti halnya Relawan Puan Maharani Jawa Timur yang membuat dapur umum dan memberikan nasi box kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Kegiatan sosial yang dimulai sejak 16 Agustus 2021 ini serentak membagikan nasi box ke 4 kabupaten di Jawa Timur. Mulai dari Surabaya, Kediri, Trenggalek, dan Sumenep. 

Ketua Koordinator Dapur Umum Relawan Puan Maharani Jawa Timur, Akhit Arif mengatakan bahwa relawan mampu memberikan 200 nasi box dalam sehari ke berbagai daerah di Jawa Timur. 

“Setiap hari ada 200 box yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Target dalam sebulan bisa mencapai 61 ribu nasi box yang diberikan. Untuk Surabaya dan Kediri target 6500 nasi box dalam sebulan,” ujar Arif dalam sambungan telepon pada Senin, 23 Agustus 2021.  

Arif melanjutkan bahwa daerah - daerah tersebut, seperti Gresik, Situbondo, Malang, Ponorogo, Jombang, Madiun, dan Bojonegoro. 

“Kami memberikan ke masyarakat, seperti tukang becak, pemulung, pengemis, supir angkot, sampai komunitas ojek online di daerah tersebut,” ujar Arif. 

Ia melanjutkan kegiatan ini bertujuan agar bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak oleh pandemi. Pasalnya, tak sedikit dari mereka yang memerlukan uluran tangan dari masyarakat lainnya. 

“Inilah bentuk semangat gotong royong yang bisa kita bantu kepada masyarakat. Setidaknya, kita bisa bantu pemerintah dan masyarakat yang terdampak pandemi,” tutur Arif. 

Selain itu, bentuk kegiatan ini secara tidak langsung terinspirasi oleh Puan Maharani yang kerap ke daerah - daerah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. 

“Ya, kita terinspirasi oleh bu Puan karena sering membantu masyarakat. Dan ia memberikan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat yang terdampak,” tutur Arif. 

Bicara dapur umur, Arif menjelaskan bahwa setiap daerah memiliki dapur umum masing-masing dan bekerjasama dengan ibu - ibu sekitar untuk memasak. 

“Selain memberikan bantuan, kami juga memberdayakan ibu-ibu sekitar dapur umum untuk memasak makanannya. Jadi saling bantu ke semua lini masyarakat,” ujar Arif. 

Kegiatan yang sudah berjalan satu minggu ini mendapatkan respon positif dari masyarakat. Menurut Arif, masyarakat sangat senang diberikan nasi box oleh Relawan Puan Maharani Jawa Timur. 

Hal yang sama juga diutarakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pentingnya keberadaan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) dan perlunya untuk selalu meningkatkan kemampuan anggotanya. Megawati memberi contoh alasan Baguna selalu mendirikan dapur umum di setiap operasi penanganan bencana yang dilewati. 

Diambilnya contoh bencana di Provinsi NTT, beberapa waktu lalu yang mana warga kebingungan dan hanya berlarian ketika bencana terjadi.

Baguna kemudian hadir dengan dapur umum untuk setidaknya menyiapkan logistik dan makanan untuk para warga korban bencana. 

"Karena itu, memang di dalam instruksi partai, saya selalu meminta terutama pada Baguna, untuk selalu menyiapkan diri di dalam rangka membantu bencana," kata Megawati. 

Hal itu disampaikannya saat membuka gelaran Pelatihan Dasar Manajemen Bencana dan Pengendalian Operasi Pencarian dan Pertolongan Bagi Pengurus Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD dan DPC di seluruh Indonesia.

Pelatihan itu dilaksanakan secara virtual atas kerja sama partai berlambang kepala banteng itu dengan Pusdiklat Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP/Basarnas). Megawati hadir secara virtual dari kediamannya di Jalan Teuku Umar Jakarta Pusat, bersama Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Selasa (28/9).

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Baguna memang dibangun berbasis semangat kemanusiaan dan kebangsaan yang kuat. Baguna harus menjalankan dedication of life yang dibangun oleh Bung Karno, yakni mengabdi pada bangsa dan tanah air Indonesia dengan rasa cinta yang berkobar-kobar. 

"Karena itu, dalam menolong rakyat yang jadi korban bencana, maka kita tak akan pernah membedakan rakyat dari jenis apapun, termasuk pilihan partai politiknya. Semua akan ditolong karena itulah kemanusiaan kita," ujar Hasto. 

Hasto mengatakan semua anggota Baguna harus bekerja menolong rakyat karena mengemban misi Pancasila, khususnya gotong royong.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...