Headline

Opini

PADANG

Sports

Kerap Mengkritik Buzzer Istana, Rocky Gerung Ternyata Juga Pelihara 'Cebong' di Rumahnya: Ini Bukan Cebong Amplop

          Kerap Mengkritik Buzzer Istana, Rocky Gerung Ternyata Juga Pelihara 'Cebong' di Rumahnya: Ini Bukan Cebong Amplop

Kerap Mengkritik Buzzer Istana, Rocky Gerung Ternyata Juga Pelihara 'Cebong' di Rumahnya: Ini Bukan Cebong Amplop
BENTENGSUMBAR.COM - Buzzer atau cebong adalah sebutan populer yang merujuk pada pihak-pihak yang pro terhadap pemerintah, istana, atau Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). 


Julukan tersebut diciptakan sendiri oleh masyarakat Indonesia yang kemudian ramai sekali digunakan jelang pemilihan umum (pemilu) 2019 hingga saat ini. 


Karena buzzer atau cebong selalu memihak kepada pemerintah, mereka juga sering kena getah kritik dan hujatan dari publik bahkan tokoh politik yang kontra terhadap rezim saat ini. 


Salah satunya ialah Rocky Gerung, pengamat politik Indonesia yang kerap mengkritik para buzzer istana alias cebong. 


Namun, baru-baru ini Rocky Gerung mengaku bahwa ia memelihara cebong di rumahnya, tempat yang saat ini sedang ia ributkan dengan Sentul City perihal hak milik tanah. 


Akan tetapi, cebong yang pengamat politik itu maksud bukanlah buzzer istana, melainkan benar hewan kodok atau katak yang berasal dari alam. 


"Iya, ada kolam kodok di situ. Kan saya tidur dengan alunan musik kodok sebetulnya," ujarnya dikutip Isu Bogor dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, Minggu, 12 September 2021. 


"Tapi ini cebong yang non politisi dan cebong yang gak pernah minya bayaran, karena dia diasuh oleh alam," sambung dia. 


Kemudian, Rocky Gerung menyinggung keras buzzer-buzzer yang ada di istana, yang mana ia sebut sebagai cebong yang sering minta bayaran dan menerima amplop. 


"Ada cebong-cebong yang justru orkestrasinya karena dibayar, ini bukan cebong amplop," katanya. 


Kendati demikian, Rocky Gerung menyampaikan bahwasanya kedua cebong tesebut, baik yang alami maupun politik, memang harus ada di negeri ini. 


Sebab, lanjut dia, cebong politik diperlukan untuk mengingatkan publik bahwa masih ada kedunguan di istana dan pemerintahan. 


"Kita jangan berantaslah cebong non alamnya, ini karena kita perlukan, merekalah yang justru mengingatkan kita bahwa kedunguan masih ada di istana," tandasnya. (Isubogor)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...